Home Blog Page 250

Alasan Petang Megang Berubah Jadi Petang Belimau

Di Kota Pekanbaru, ada sebuah tradisi dalam menyambut bulan suci ramadhan yang dilakukan sehari sebelum hari pertama ramadhan. Tradisi tersebut dikenal dengan nama Petang Megang.

Namun kini tradisi Petang Megang telah berubah menjadi Petang Belimau. Tentu banyak dari kita yang belum mengetahui kenapa tradisi ini berubah nama.

Perubahan istilah tersebut melibatkan beberapa tokoh praktisi maupun budayawan melayu dalam diskusi bersama di gedung Lembaga Adat Melayu Riau, Kota Pekanbaru.

Ketua LAM Riau, Al Azhar, mengatakan bahwa perbedaan istilah ini tidak akan mengurangi substansi dari kegiatan tahunan menjelang bulan ramadhan itu.

Kemudian ia menjelaskan pada dasarnya istilah tersebut yang berubah hanya dari segi terminologi bahasa saja namun maknanya tetap sama.

Meski demikian, ada pihak yang pro maupun kontra dari kalangan intern LAM Riau sendiri terkait perubahan istilah tradisi Melayu Pekanbaru ini.

Adapun kelompok yang setuju dengan Petang Megang dikarenakan istilah ini telah dipakai sejak lama, yakni sejak tahun 1997 silam dan kebanyakan daerah di Sumatera menggunakan istilah ini, seperti di Aceh.

Sedangkan kelompok yang setuju dengan Petang Belimau karena istilah tersebut yang disesuaikan dengan kondisi Pekanbaru saat ini, serta istilah ini tak lepas dari bahasa Melayu Pekanbaru.

Al Azhar mengungkapkan bahwa penggunaan istilah ini tidak akan merubah khasanah budaya melayu. Ia juga berharap agar penggunaan istilah itu tidak terlalu dipermasalahkan, apalagi muncul opini di masyarakat.

Lokasi Bazar Ramadhan Disperindag Riau

Untuk meringankan beban masyarakat karena kenaikan harga bahan kebutuhan pokok pada saat bulan Suci Ramadhan 1437 H, maka Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau menggelar Bazar Ramadhan.

Bazar Ramadhan ini sendiri terlaksana dari hasil kerjasama dengan BUMN dan beberapa perusahaan besar serta para pelaku usaha untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.

Dengan dilaksanakannya Bazar Ramadhan ini maka dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membeli berbagai bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dari pada harga di pasar.

Dikatakan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau, M Firdaus, bahwa untuk berbelanja di Bazar Ramadhan tidak perlu beli kupon. Meski demikian, untuk pembeliannya dibatasi jumlahnya.

Bagi Encik dan Puan yang ingin berbelanja kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga murah, berikut ini lokasi dan jadwal Bazar Ramadhan yang diselenggarakan oleh Disperindag Provinsi Riau:

  • Ahad (5/6), di Bawah Jembatan Siak III pada saat pelaksanaan Petang Belimau
  • Kamis (9/6), di Kantor Camat Bukit Raya
  • Selasa (14/6), di Kantor Lurah Payung Sekaki, Jalan Serayu
  • Kamis (16/6), di Desa Teratak Buluh, Kabupaten Kampar
  • Selasa (21/6), di Kantor Camat Rumbai Pesisir
  • Kamis (23/6), di Kantor Camat Tampan
  • Senin (27/6), di Kantor Camat Tenayan Raya
  • Selasa (28/6), di Seikijang, Kabupaten Pelalawan

Pemko Putus Kontrak PT MIG

Akhirnya PT Multi Inti Guna (MIG) diputus kontraknya oleh Pemerintah Kota Pekanbaru setelah kinerjanya buruk akhir-akhir ini.

Seperti yang telah diketahui bahwa dalam beberapa hari terakhir ini, PT MIG tidak mengangkut sampah sehingga sampah-sampah pun teronggok di tepi jalan.

Pemandangan yang tak sedap dipandang dan menimbulkan bau busuk tersebut diakibatkan oleh karyawan PT MIG mogok yang tidak mau bekerja karena gaji yang belum dibayarkan selama dua bulan.

Wawan, Manager Operasional PT MIG, Ahad (5/6), mengatakan bahwa ratusan petugas pengangkut sampah ini sudah berkali-kali mogok kerja karena upah yang belum dibayar pada April dan Mei 2016.

Dijelaskan oleh Wawan bahwa mogok kerja ini merupakan yang ketiga kalinya. Sebelumnya mogok kerja terjadi pada tanggl 25 Maret 2016 dan pada tanggal 8 April 2016 lalu.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pekanbaru, Edwin Supradana, Senin (6/6), mengatakan bahwa sejak hari ini seluruh pengangkutan sampah di Kota Pekanbaru diambil alih pihaknya.

Adapun kebijakan ini diambil oleh pihaknya karena merupakan solusi atas tidak terlaksananya kewajiban yang dilakukan PT MIG selaku pihak ketiga yang memenangkan tender pengangkutan sampah pada Desember 2015.

Sebelumnya Pemko Pekanbaru telah beberapa kali melayangkan surat teguran hingga peringatan, namun PT MIG tidak menunjukkan adanya perubahan kinerja.

Tak pelak, hal ini membuat citra Kota Pekanbaru yang selalu berhasil meraih Piala Adipura menjadi buruk akibat sampah yang tidak diangkut.

Diterangkan oleh Edwin bahwa pemutusan kontrak kerja dengan pihak ketiga ini telah disetujui Wali Kota Pekanbaru, untuk administrasinya sendiri akan dikeluarkan secepatnya.

Lokasi Pasar Ramadhan 1437 H di Pekanbaru

0

Ramadhan kini telah datang dan menjelang berbuka biasanya kita selalu mencari takjil untuk berbukaan. Dengan adanya Pasar Ramadhan tersebut tentunya akan memudahkan masyarakat untuk mencari makanan berbuka.

Bagi Encik dan Puan yang ingin mencari takjil, berikut ini lokasi pasar ramadhan di Kota Pekanbaru:

  • Jalan WR Supratman
  • Jalan Pattimura Ujung
  • Jalan Ronggowarsito
  • Ramayana Jalan Jenderal Sudirman
  • Bekas kantor PU, dekat simpang Jalan Ahmad Yani-Jalan Riau
  • Jalan Juanda
  • Depan Van Holano Jalan Jenderal Sudirman
  • Jalan Delima, Tampan
  • Jalan Unggas, Bukit Raya
  • Depan UIR
  • Taman Politeknik Caltex Riau, Rumbai
  • Dekat Masjid Da’wah, Rumbai
  • Simpang BPG, Tenayan Raya
  • Jalan Ketitiran, Sukajadi

Encik dan Puan juga mesti waspada karena temuan pada tahun 2015 lalu, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Riau (BPOM Riau) menemukan 20 persen takjil yang dijual di pasar mengandung bahan berbahaya.

Adapun bahan berbahaya tersebut adalah pewarna cat Rodamin-B sebesar 86%, formalin 9% dan boraks 5% yang ditemukan pada cendol, es delima dan sari buah.

Tapi Encik dan Puan tak perlu khawatir karena pada Ramadhan 1437 H ini, pihak BPOM Riau akan melakukan pengujian makanan takjil kembali.

Pengujiannya akan dimulai pada hari puasa pertama yang meliputi enam kabupaten dan kota di Riau, yakni Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Rokan Hulu, dan Kabupaten Siak.

Seperti yang telah diketahui bahwa selalu terjadi kemacetan di beberapa lokasi Pasar Ramadhan yang diakibatkan oleh parkir sembarangan dan membludaknya para penjual.

Oleh karena itu, Polresta Pekanbaru beserta jajaran Polsek pun akan menempatkan petugasnya di semua pasar Ramadhan untuk meminimalisir hal tersebut.

Dikatakan oleh Kaur Binops Satlantas Polresta Pekanbaru, Ipda Fandri, bahwa pihaknya akan menempatkan petugas kepolisian di lokasi Pasar Ramadhan untuk mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1437 H Kota Pekanbaru

0

Ahad (5/6), pemerintah melalui Kemenag telah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1437 Hijriah jatuh pada Senin (6/6) ini. Untuk ramadhan kali ini tidak ada perbedaan, yakni serentak pada hari Senin (18/6). Berikut ini jadwal imsakiyah ramadhan 1437 Hijriah untuk wilayah Kota Pekanbaru dan sekitarnya:

Hijri Imsak Shubuh Terbit Dzuhur Ashar Maghrib Isya
1 Ramadhan 04:37 04:47 06:06 12:15 15:40 18:20 19:34
2 Ramadhan 04:37 04:47 06:06 12:15 15:41 18:20 19:34
3 Ramadhan 04:37 04:47 06:06 12:15 15:41 18:20 19:35
4 Ramadhan 04:37 04:47 06:06 12:15 15:41 18:21 19:35
5 Ramadhan 04:38 04:47 06:07 12:16 15:41 18:21 19:35
6 Ramadhan 04:38 04:48 06:07 12:16 15:42 18:21 19:35
7 Ramadhan 04:38 04:48 06:07 12:16 15:42 18:21 19:36
8 Ramadhan 04:38 04:48 06:07 12:16 15:42 18:21 19:36
9 Ramadhan 04:38 04:48 06:07 12:16 15:42 18:22 19:36
10 Ramadhan 04:38 04:48 06:07 12:17 15:43 18:22 19:36
11 Ramadhan 04:39 04:49 06:08 12:17 15:43 18:22 19:36
12 Ramadhan 04:39 04:49 06:08 12:17 15:43 18:22 19:37
13 Ramadhan 04:39 04:49 06:08 12:17 15:43 18:23 19:37
14 Ramadhan 04:39 04:49 06:08 12:18 15:43 18:23 19:37
15 Ramadhan 04:39 04:49 06:09 12:18 15:44 18:23 19:37
16 Ramadhan 04:40 04:50 06:09 12:18 15:44 18:23 19:38
17 Ramadhan 04:40 04:50 06:09 12:18 15:44 18:23 19:38
18 Ramadhan 04:40 04:50 06:09 12:18 15:44 18:24 19:38
19 Ramadhan 04:40 04:50 06:09 12:19 15:44 18:24 19:38
20 Ramadhan 04:41 04:50 06:10 12:19 15:45 18:24 19:38
21 Ramadhan 04:41 04:51 06:10 12:19 15:45 18:24 19:39
22 Ramadhan 04:41 04:51 06:10 12:19 15:45 18:24 19:39
23 Ramadhan 04:41 04:51 06:10 12:19 15:45 18:25 19:39
24 Ramadhan 04:42 04:52 06:10 12:20 15:45 18:26 19:39
25 Ramadhan 04:42 04:52 06:11 12:20 15:46 18:26 19:39
26 Ramadhan 04:42 04:52 06:11 12:20 15:46 18:26 19:40
27 Ramadhan 04:42 04:52 06:11 12:20 15:46 18:26 19:40
28 Ramadhan 04:42 04:52 06:11 12:20 15:46 18:26 19:40
29 Ramadhan 04:43 04:53 06:11 12:21 15:46 18:26 19:40
30 Ramadhan 04:43 04:53 06:12 12:21 15:46 18:26 19:40

Petang Belimau 2016

Jika dulu kita mengenalnya dengan nama Petang Megang, kini tradisi melayu Pekanbaru dalam menyambut bulan suci ramadhan ini berganti nama menjadi Petang Belimau.

Petang Belimau 2016 ini dilaksanakan di Tepian Sungai Siak, tepatnya di Taman Rumah Singgah Tuan Kadi, Jalan Perdagangan atau di bawah jembatan Siak III.

Pelaksanaan Tradisi Petang Belimau ini dimulai dengan menziarahi makam Marhum Pekan dan Marhum Senapelan yang berada di areal Mesjid Raya Senapelan.

Usai berziarah, Wali Kota Pekanbaru beserta rombongan kemudian melaksanakan ibadah Shalat Ashar berjamaah di Mesjid Raya Senapelan.

Kemudian tradisi ini dilanjutkan dengan Wali Kota beserta rombongan berjalan kaki dari Mesjid Raya Senapelan menuju ke lokasi Petang Belimau di Tepian Sungai Siak.

Arak-arakan yang membawa aneka hidangan kue-kue tradisional khas Melayu ini diiringi oleh hentakan kompang sepanjang perjalanan.

Nantinya kue-kue tersebut selain akan dimakan oleh rombongan Wali Kota Pekanbaru, juga akan dibagikan kepada masyarakat sekitarnya.

Acara tradisi budaya Melayu Pekanbaru ini kemudian dibuka secara resmi oleh Wali Kota beserta jajaran muspida dengan menabuh bedug.

Ada yang berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Jika dulu ada pelepasan itik, kini diganti dengan lomba perahu.

Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan antusias warga Pekanbaru yang datang.

Acara ditutup dengan Wali Kota Pekanbaru beserta jajaran muspida kemudian memandikan anak-anak yatim secara simbolis sebagai tanda mandi belimau.

Wajib Stiker, Restoran non Muslim Boleh Buka

Jika biasanya pada saat bulan suci Ramadhan rumah makan dan restoran non muslim tidak boleh buka di siang hari, kali ini Pemko Pekanbaru memberi izin buka dengan syarat khusus.

Adapun syarat khusus tersebut adalah dengan mengurus izin di Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Pekanbaru.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Pekanbaru, M Jamil, Jumat (3/6).

Pihaknya kini telah mulai melakukan sosialisasi mengenai aturan tersebut, jadi para pemilik rumah makan dan restoran non muslim tersebut memiliki waktu jeda untuk melakukan pengurusan.

Nantinya akan ada stiker khusus kepada rumah makan dan restoran non muslim tersebut agar dapat beroperasional selama bulan suci Ramadhan.

Aturan khusus ini dilakukan agar tidak menimbulkan polemik antara rumah makan dan restoran umum lainnya, karena saat Ramadhan seluruh rumah makan dan restoran muslim tutup.

Sesuai dengan himbauan Wali Kota Pekanbaru bahwa saat Ramadan seluruh rumah makan dan restoran muslim dibolehkan buka hanya pada saat akan memasuki waktu berbuka puasa saja.

Untuk pemilik rumah makan dan restoran non muslim mendaftar dan mengisi formulir yang disediakan oleh BPTPM Kota Pekanbaru.

Kemudian setelah formulir dikembalikan, maka BPTPM Kota Pekanbaru akan memberikan stiker khusus sebagai tanda rumah makan dan restoran non muslim.

Selain menempelkan stiker khusus tersebut pada pintu masuk, M Jamil juga meminta agar membuat spanduk tanda rumah makan dan restoran non muslim.

M Jamil kemudian menambahkan bahwa untuk pengurusan izin khusus ini, Pemko Pekanbaru tidak akan dikenai biaya, alias gratis.

Meski demikian, ia berharap para pengusaha untuk jujur dan mau melapor. Dengan tujuan agar tidak timbul ruang abu-abu antar para pedagang.

Karena jika tidak diurus, M Jamil mengatakan bahwa pihak Satpol PP Kota Pekanbaru akan melakukan razia untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) tentang beroperasionalnya rumah makan di bulan Ramadhan.

Rute Petang Megang 2016

Seperti yang Encik dan Puan ketahui, Tradisi Petang Megang merupakan tradisi melayu di Kota Pekanbaru dalam menyambut bulan suci ramadhan.

Tiap tahunnya pelaksanaan Tradisi Petang Megang ini dipusatkan di tepian sungai Siak, tepatnya di bawah Jembatan Siak I, Jalan Perdagangan, Kecamatan Senapelan.

Sebagai tradisi tahunan, Petang Megang selalu menyedot banyak atensi dari masyarakat yang ingin menyaksikannya. Oleh sebab itu Satuan Lalu Lintas Polresta Pekanbaru telah menyiapkan rute pengalihan arus.

Adapun pengalihan arus ini dilakukan untuk mengurai potensi kemacetan saat masyarakat ingin menyaksikan tradisi budaya melayu tersebut.

Walaupun jadwal pelaksanaan tradisi budaya melayu ini masih tentatif, sejak Ahad (4/6) siang besok, pihak Satlantas Polresta Pekanbaru telah ditempatkan di tiap persimpangan jalan dekat lokasi acara.

Sebanyak 50 personil dari Satlantas Polresta Pekanbaru ditambah dengan Polsek dan satuan fungsi lainnya akan dikerahkan untuk mengisi titik yang dijaga.

Diungkapkan oleh Kaur Binops Satlantas Polresta Pekanbaru, Ipda Fandri, Sabtu (3/6), bahwa kemacetan diprediksi bakal terjadi di dekat Masjid Raya, Jalan Senapelan dan sekitar Jembatan Siak III.

Untuk Encik dan Puan ketahui bahwa acaranya sendiri berlangsung hingga pukul 17.00 WIB. Berikut ini rute pengalihan selama Petang Megang berlangsung:

  • Arus dari Rumbai ke Pekanbaru via Jembatan Siak III akan dialihkan ke Jalan Panglima Undan, Jalan Wakaf dan Jalan Kesehatan, jadi tidak melewati Jalan Senapelan
  • Bagi Encik dan Puan yang ingin menyaksikan acara Petang Megang dapat melewati Jalan Kotabaru terus ke Jalan Perdagangan
  • Arus dari Pekanbaru ke Rumbai tidak ada perubahan, yakni dapat melewati Jalan Riau diteruskan ke Jalan DI Pandjaitan

rute petang megang

Ipda Fandri kemudian mengimbau kepada masyarakat yang ingin menyaksikan Petang Megang agar tidak berhenti di atas Jembatan Siak, karena dapat menganggu arus lalu lintas dan berbahaya.

Buaya di Hutan Kota Pekanbaru

Mungkin tak banyak yang tahu bahwa ada buaya di Hutan Kota Pekanbaru yang terletak Jalan H M Thamrin. Reptil yang hidup di air ini ternyata sudah ada sejak tahun 2012 lalu.

Menurut penuturan Said Kadri, pengurus buaya tersebut, Jumat (3/6), hewan berdarah dingin tersebut diberi oleh temannya yang sehari-harinya berprofesi sebagai nelayan.

Pria yang bekerja di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru ini menuturkan bahwa buaya ini dulunya ada dua ekor, namun yang satu mati akibat berebut makanan.

Terkadang ia memberikan makanan hewan berdarah dingin berjenis moncong panjang ini dengan ikan patin dan ikan nila segar sebanyak 3 kali sehari. Untuk sekali makan saja, reptil ini bisa makan hingga 2 kilogram.

Reptil air yang berukuran lebih dari 3 meter ini hidup dalam bekas sangkar burung dengan kondisi pagar yang telah berkarat dan atap yang mulai keropos.

Untungnya ada relawan yang dengan sukarela memberikan donasi kurang lebih sebesar Rp 100 ribu setiap bulan untuk membantu Said Kadri untuk mengurus hewan ini.

Selaku pengurus, Said Kadri berharap adanya perhatian dari dinas terkait. Ia kemudian juga berpesan kepada para pengunjung untuk tidak menggangu, terlebih lagi sampai menjolok pakai ranting.

Festival Sungai Siak 2016

Ajang Festival Sungai Siak 2016 akhirnya digelar di Taman Rumah Singgah Tuan Kadi di pinggiran Sungai Siak, tepat dibawah Jembatan Siak III.

Festival Sungai Siak 2016 ini berlangsung selama tiga hari, sejak Kamis (2/6) hingga Sabtu (4/5). Acara dimulai dengan lomba mewarnai family yang diikuti tidak kurang dari 500 siswa TK dan PDTA yang ada di Pekanbaru.

Pembukaan Festival Sungai Siak 2016 ini dimulai sore harinya, pada pukul 15.00 WIB. Acara dibuka dengan Tari Persembahan, pembacaan doa, kata sambutan, battle drum dan lagu Lancang Kuning.

Acara ini sendiri berlangsung cukup meriah, yang ditandai dengan kehadiran ribuan warga Pekanbaru. Kemeriahan tak hanya terlihat di bantaran pinggiran Sungai Siak saja, tapi juga di sepanjang aliran Sungai Siak.

Setelah acara pembukaan, para pengunjung yang hadir disuguhi penampilan Parade Perahu dengan beragam hiasan yang diikuti dari berbagai Kecamatan yang ada di Pekanbaru dan juga ada perahu dari beberapa sponsor event ini.

Selain dapat menikmati Parade Perahu hias, para pengunjung juga dapat menikmati aneka jajanan yang ada di food festival. Para pengunjung dapat menyantap makanan dengan duduk di bangku taman sambil menikmati sore.

Rencana kedepannya, Pemko Pekanbaru akan menjadikan Festival Sungai Siak 2016 ini sebagai agenda pariwisata tahunan. Sehingga rencana pembangunan kota Pekanbaru sebagai water front city atau kota tepian sungai dapat terealisasi.

Acara kemudian dilanjutkan pada malam harinya, dengan berbagai macam hiburan yang ditampilkan di Panggung Seni yang terletak di dekat Rumah Singgah Tuan Kadi.