Kenapa Wanita Lebih Panjang Umur?

0
790

Di banyak negara, rata-rata wanita hidup 5-10 tahun lebih panjang umur ketimbang pria. Selain itu harapan hidup wanita juga lebih tinggi daripada pria.

Sehingga muncul pertanyaan mengapa pria meninggal lebih cepat dan wanita bisa lebih panjang umur? Adapun pria memiliki perilaku yang agresif dan cenderung lebih nekat serta berani mengambil risiko, daripada wanita yang memilih cari aman.

Meski demikian, dalam satu dekade terakhir ini, wanita masa kini juga hidup dengan penuh resiko. Mereka juga merokok, tingkat stres pekerjaan yang tinggi, serta prilaku kekerasan yang mereka alami, membuat keunggulan wanita yang lebih panjang umur mulai menurun.

Berikut ini penyebab kenapa pria lebih cepat meninggal dibandingkan wanita:

  • Prilaku yang agresif dan membahayakan
    Kasus kematian pria yang mati muda karena tindakan agresif dan nekat di usia 12-30 tahun saat ini sudah banyak. Misalnya sering menyetir kebut-kebutan dibandingkan wanita yang menyetir dengan pelan. Selain itu, pria juga merokok dan minum minuman keras di usia yang lebih muda. Bahkan memakai narkoba karena tak mampu menghalau stres ketimbang wanita. Juga lebih banyak prilaku bunuh diri pada pria ketimbang wanita karena alasan depresi.
  • Pria cenderung sulit untuk hidup sehat
    Pria memiliki kecenderung memanjakan diri dalam kebiasaan merusak seperti merokok, minum minuman keras dan mengonsumsi narkoba di usia masih muda ketimbang wanita. Seperti yang diketahui bahwa kebiasaan ini menimbulkan berbagai risiko kesehatan dan penyakit.
  • Makan dengan berlebihan
    Pria diketahui makan lebih banyak ketimbang wanita. Selain itu pria juga lebih banyak makan daging yang dapat menyebabkan tingginya kolesterol. Fakta ini mengungkapkan bahwa pria lebih gampang terkena dampak kolesterol yang tinggi, seperti penyakit kardiovaskular (sakit jantung dan stroke).
  • Hormon
    Hormon pada pria dan wanita memang berbeda. Pada wanita, saat mengalami menopause maka produksi hormon estrogen berhenti dan hormon seks lainnya menurun. Sedangkan pada pria, hormon testosteron terus diproduksi sepanjang hidupnya. Hal ini tidak menguntungkan pria saat tua nanti. Perubahan genetik wanita ini dipercaya para ilmuwan memberikan perlindungan kematian pada wanita.
  • Melahirkan
    Tubuh wanita dirancang untuk terus melahirkan, sehingga secara genetik mereka lebih mampu untuk dapat menahan perubahan fisik yang ekstrim tersebut. Kemampuan menahan perubahan fisik tersebut membuat wanita lebih kuat dan sehat ketimbang pria. Karena pria hanya sebatas menabur benih dan melakukan seks untuk prokreasi. Seperti halnya mamalia, para betina akan cenderung hidup lebih lama daripada pejantan.
  • Menstruasi pada wanita 
    Pada saat menstruasi, Wanita cenderung mengalami defisiensi (kekurangan) zat besi dalam tubuhnya. Sebagian besar zat besi ini ditemukan dalam daging merah. Jika kandungan zat besi kebanyakan dalam darah, maka akan berkontribusi terhadap banyaknya produksi radikal bebas. Radikal bebas dapat mempercepat penuaan dan menyumbat arteri, serta meningkatkan risiko stroke dan jantung. Secara alami, pria memiliki zat besi lebih banyak ketimbang wanita.
  • Malas cek kesehatan
    Ego atau rasa percaya diri yang berlebihan membuat sebagian besar pria menolak saat diminta untuk mengecek kesehatannya. Selain itu, pria selalu enggan ke dokter jika tidak ada sakit parah yang dialami tubuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.