Tahun ini ada dua momen istimewa yang berdekatan, yakni ketika perayaan Imlek bertemu dengan bulan suci Ramadhan. Di mana umat Muslim dan Konghucu di seluruh dunia bersukacita menyambut dua momen yang sangat penting tersebut.
Sebagaimana diketahui, Perayaan Imlek jatuh pada 17 Februari 2026. Sementara awal Ramadan diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026 berdasarkan perhitungan Muhammadiyah dan 19 Februari 2026 berdasarkan ketetapan pemerintah.
Imlek Bertemu Ramadhan: Momentum Kebersamaan di Awal 2026
Di balik keindahan bertemunya kedua momen ini, tentu ada makna-makna yang bisa dipetik di dalamnya. Dari perayaan Imlek dengan nuansa merah bertemu dengan Ramadhan yang identik dengan warna hijau.
Mulai dari makna toleransi antar beragama hingga saling menghargai antar sesama. Tentunya masih banyak hal-hal lain yang bisa dipelajari dari perayaan Imlek dan Ramadan 2026 tahun ini.
Makna Imlek dan Ramadan
Sebagaimana kita ketahui, Imlek dan Ramadan menjadi bagian penting bagi umat penganutnya. sebab keduanya sama-sama diisi dengan kegiatan beribadah.
Imlek dirayakan dengan upacara sembahyang untuk mengucap syukur atas anugerah Tuhan yang memberikannya kesempatan untuk memasuki tahun yang baru kembali.
Simbol Imlek yang paling umum kita temui adalah warna merah. Yang berarti keberuntungan, lampion, amplop merah (angpao), tarian naga (liong) dan barongsai, shio (hewan zodiak). Bahkan ada pula makanan simbolis seperti ikan dan jeruk mandarin.
Sedangkan Ramadan merupakan bulan suci yang penuh ampunan. Selain itu bulan Ramadhan jadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.
Setelah Ramadan, biasanya Umat Muslim akan merayakan dengan Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan silaturahmi, halal bihalal, berbagi THR uang baru, makanan lezat, dan lain sebagainya.
Nilai Kebersamaan saat Imlek Bertemu Ramadhan
Meskipun Imlek dan Ramadan datang berdekatan, kedua perayaan ini cukup jauh berbeda nuansanya. Namun ada beberapa persamaan yang bisa ditarik kesimpulan di dalamnya untuk sama-sama dimaknai dengan momentum penuh makna.
Seperti di antaranya, makna Imlek dan Ramdan menjadi sama-sama momen kembali ke keluarga, berkumpul dengan keluarga, saling bersukacita, dan menjadi momen yang dirindukan bagi para penganutnya.
Berikutnya, Imlek dan Ramadan juga identik dengan sama-sama waktu refleksi dan pembaruan diri, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan bulan suci untuk pengampunan.
Nah, momen unik selanjutnya dalam perayaan Imlek dan Ramadan adalah sama-sama menekankan untuk saling berbagi, biasany perayaan Imlek momen berbagi angpao, sedangkan momen lebaran Idul Fitri adalah momen untuk bersedekah/zakat.
Jadi meskipun dua budaya yang berbeda, namun perayaan Hari Besar Keagaaman ini tentunya menjadi titik penting untuk kita agar saling menjaga, toleransi antar sesama, dan menghargai perbedaan di negeri kita yang beragam suku bangsa ini.







































