Peranan Bahasa Melayu dalam Sumpah Pemuda | Pekanbaru
Home » Melayu » Budaya » Peranan Bahasa Melayu dalam Sumpah Pemuda

Peranan Bahasa Melayu dalam Sumpah Pemuda


arab-melayu

Riau, tetaplah harus diakui turut menyatukan nusantara. 87 tahun yang lalu, para pemuda Indonesia dari berbagai daerah bersumpah, yang kini dikenal dengan nama sumpah pemuda.

Yang mana salah satu isi sumpah pemuda tersebut adalah “kami putera puteri Indonesia, berbahasa satu. Bahasa Indonesia”.

Selama ini kita telah mengetahui bahwa Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu, namun tak banyak yang tahu mengenai sejarah Bahasa Indonesia.

Berikut ini asal mula sejarah Bahasa Indonesia:

  1. Bahasa Melayu mulai digunakan di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7. Bahasa Melayu aslinya merupakan salah satu bahasa daerah dari kurang lebih 512 bahasa daerah di wilayah Indonesia
  2. Saat Kesultanan Malaka mengalami masa jaya sekitar abad ke-15, yang mana Malaka menjadi pusat perdagangan, bahasa kesusastraan Melayu pun turut berkembang sangat pesat
  3. Tahun 1801, disusunlah ejaan resmi Bahasa Melayu oleh Ch A Van Ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan Mamoer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Ejaan ini dimuat dalam Kitab Logat Melayu
  4. Awal abad ke-19, di masa pujangga Abdullah Bin Abdul Kadir Munsi bersama ayahnya, memiliki perhatian besar terhadap bahasa dan kesusasteraan Melayu
  5. Lalu muncullah mingguan dan surat kabar berbahasa Melayu, Jawa dan Belanda, seperti Medan Priyai (1907-1912), Sarotama (1914), Indonesia Merdeka (1923), Bataviaasch Genootschap, dan lain-lain
  6. Bahasa Melayu sudah merupakan lingua franca di Indonesia, dimana banyak digunakan pada perhubungan dan perdagangan
  7. Bahasa Melayu sendiri sederhana, mudah dipelajari karena tidak adanya tingkatan bahasa
  8. 16 Juni 1927 Jahja Datoek Kayo menggunakan bahasa Indonesia dalam pidatonya dalam sidang Volksraad (Dewan Rakyat). Hal ini merupakan pertama kalinya seseorang berpidato menggunakan bahasa Indonesia
  9. Para pemuda Indonesia dalam kongres keduanya bersatu pada 28 Oktober 1928 untuk kemudian melahirkan Sumpah Pemuda
  10. Sejak Sumpah Pemuda itulah, bahasa Melayu disepakati untuk dijadikan bahasa persatuan, bahasa nasional, bahasa Indonesia
  11. Tahun 1933 berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana
  12. 25-28 Juni 1938 dilangsungkan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Hasilnya antara lain bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu
  13. 18 Agustus 1945 ditetapkanlah bahasa Indonesia sebagai bahasa negara melalui UUD 1945 pasal 36
  14. 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan ejaan Republik (ejaan Soewandi) sebagai pengganti ejaan Van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya

About Said Zaki

hanya orang waras yang ngaku gila, karena tidak ada orang gila yang ngaku gila. yang ada orang gila ngaku waras, makanya jika ada orang ngaku waras, maka ia sudah gila