Home Blog Page 276

Pekanbaru Menuju City Gas

Dalam perkembangannya menuju Smart City, Kota Pekanbaru berbenah untuk memasang jaringan pipa ke rumah tangga dengan harga terjangkau. Konsep ini dikenal dengan nama gas perkotaan (City Gas).

Pekanbaru bersama 11 kota di Indonesia tengah ditargetkan oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk dapat mengaliri gas. Ke-11 kota tersebut antara lain Jakarta, Palembang, Surabaya, Medan, Sidoarjo, Lampung, dan Bogor.

Sesuai dengan Kepmen ESDM No 2436, PGN sendiri diharuskan untuk membangun 14 SPBG yang terdiri dari 12 permanen dan 2 MRU yang berlokasi di Jakarta, Jabar, Jatim, dan Riau.

Mengenai sumber gasnya sendiri, Wali Kota Pekanbaru, H. Firdaus, ST, MT mengatakan bahwa Pemko Pekanbaru telah melakukan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan PGN di Jakarta.

Kerja sama ini sendiri dilakukan agar PGN dapat memenuhi kebutuhan gas untuk masyarakat Pekanbaru melalui jaringan gas yang akan dibangun.

Selain itu, jaringan gas ini juga digunakan untuk menunjang pembangunan pembangkit listrik tenaga gas yang akan dipusatkan di Tenayan Raya.

Diharapkan dengan adanya kerja sama dengan pihak PGN ini, Kota Pekanbaru dapat menjadi City Gas yang pertama di Provinsi Riau.

Untuk tahap awal, dari 12 kecamatan yang ada di Pekanbaru, Kecamatan Lima Puluh dijadikan sebagai percontohan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Asissten II, Pekanbaru, Dedi Gusriady mengatakan bahwa empat kelurahan di Kecamatan Lima Puluh sudah dinyatakan oleh Kementerian ESDM sebagai percontohan City Gas Pekanbaru.

Saat ini sudah dilakukan penggalian seperti yang terlihat di Jalan Tanjung Datuk. Selanjutnya setelah proses galian selesai, maka pemerintah akan mengalirkan gas ke rumah-rumah masyarakat.

Untuk penerima aliran City Gas ini lebih diprioritaskan kepada masyarakat yang kurang mampu, sebab mereka selama ini menggunakan tabung tiga kilogram.

Mengenai harga, penggunaan City Gas ini akan tiga kali lipat lebih murah dari harga tabung tiga kilo. Jika tabung tiga kilo HET-nya Rp 18.000, maka penggunaan City Gas dengan ukuran yang sama hanya sekitar Rp 4.000-Rp 5.000.

Dengan dijadikannya Kecamatan Lima Puluh sebagai percontohan, maka akan membantu masyarakat ekonomi bawah. Untuk kecamatan lain, pemasangan aliran City Gas akan dilakukan secara bertahap dengan target selesai lima tahun.

Sebab Kebakaran Plaza Sukaramai Sulit Padam

0

Sukaramai_8318

Setelah lebih dari 24 jam, akhirnya petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru berhasil memadamkan api yang membakar Plaza Sukaramai.

Hingga dini hari sekitar pukul 01.30 WIB, Kamis (10/12), tim damkar terus berupaya memadamkan api yang menyala di lantai dasar (basement) Plaza Sukaramai.

Meski telah mengerahkan sebanyak 20 mobil pemadam kebakaran dari tim pemadam kebakaran kota Pekanbaru dan tim fire dari PT Chevron Pasifik Indonesia untuk memadamkan api, namun api terlalu sulit untuk dipadamkan.

Terkait kebakaran ini, petugas kesulitan sumber air dalam upaya pemadaman kebakaran. Bahkan mobil pemadam kebakaran harus kembali ke markas untuk mengambil air.

Selain itu, banyak barang yang mudah terbakar di basement tersebut seperti pakaian. Petugas juga kesulitan masuk, karena konstruksi basement yang sempit, hanya ada satu pintu masuk. Belum lagi gelap dan dipenuhi asap.

Bahkan para petugas terpaksa harus keluar kembali, karena api masih berkobar di basement akibat tidak adanya fentilasi. Beberapa pakaian yang tidak bisa diselamatkan juga menjadi penyebab api masih menyala.

Bahan material gedung pun juga sudah banyak yang berjatuhan, bahkan dinding bangunan telah retak. Saat ini diduga hampir 40 persen gedung telah terbakar, beberapa kendaraan di areal parkir pun tidak bisa keluar.

Terkait kebakaran ini Komisi II DPRD Pekanbaru akan menggelar hearing dengan PT Makmur Papan Perkasa (MPP), selaku pihak pengelola Plaza Sukaramai pada hari Senin (14/12).

Adapun pemanggilan ini terkait kebakaran Plaza Sukaramai. Komisi II akan mempertanyakan tentang standarisasi keamanan, kelayakan gedung yang telah dibangun sejak tahun 1999 silam dan sebagainya.

Mengenai nasib pedagang Plaza Sukaramai, pihak Dinas Sosial rencananya akan merelokasi para pedagang ke Pasar Central Plaza yang terletak di Jalan Ahmad Yani.

Korban Jiwa Kebakaran Belum Ada

Sukaramai_8318

Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono, secara tegas menyatakan bahwa kabar yang mengatakan adanya korban jiwa itu adalah hoax.

Memang issue mengenai 17 korban yang tewas ini sempat membuat heboh para netizen. Dibantah oleh Sugeng, bahwa hanya dua anggota Damkar yang terluka karena terkena material kaca dan sudah diberi penanganan.

Meski demikian, ia masih belum bisa memastikan ada tidaknya korban. Sebab dari pagi ini, dari pihak pemadam kebakaran yang masuk ke dalam belum menemukan adanya korban jiwa.

Mengenai penyebab kebakaran, ia menjelaskan sampai saat ini belum diketahui. Karena masih menunggu tim Labfor dari Medan. Namun tim labfor baru bisa bekerja kalau apinya telah padam.

Mengenai musibah kebakaran ini, Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Amriel, mengatakan bahwa pihak manajemen selaku pengelola Plaza Sukaramai ini harus bertanggung jawab penuh.

Terlebih lagi, katanya, basement pada Plaza Sukaramai ini dijadikan sebagai tempat jual beli. Padahal di pusat perbelanjaan lain, basement digunakan untuk lahan parkir.

Karena sirkulasi udara yang kurang maksimal, maka kondisi di dalamnya sangat panas. Sehingga tentu saja basement itu tidak memenuhi syarat untuk dijadikan tempat berdagang.

Apalagi jika terjadi kebakaran seperti sekarang, tidak adanya jalur evakuasi yang khusus dan representatif. Ia turut mempertanyakan ketersediaan Hydrant serta alat pemadam kebakaran.

Kedepannya, Komisi IV akan memanggil pihak Damkar, Dishub, Distaruba serta manajemen Plaza Sukaramai untuk mendapatkan informasi yang transparan berkaitan basement yang dijadikan tempat berdagang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kebakaran yang meludeskan 950 Kios ini sulit untuk dipadamkan tim pemadam kebakaran kota Pekanbaru dan tim fire dari PT Chevron Pasifik Indonesia.

Kebakaran ini sendiri berlangsung lebih dari 24 jam, regu Damkar saat ini tengah fokus untuk memadamkan api yang berkobar di lantai tiga.

Demi kelancaran regu Damkar dalam memadamkan api, pihak kepolisian telah membentangkan garis polisi di halaman parkir luar gedung agar tidak terganggu masyarakat yang datang menonton.

Ekspansi Rute Penerbangan di Pekanbaru

Saat ini maskapai penerbangan saling bersaing melakukan ekspansi rute yang dianggap menguntungkan, salah satunya dengan melakukan ekspansi di kota Pekanbaru.

Hal ini disebabkan tingginya tingkat perekonomian kota bertuah dan juga secara geografis terletak di tengah Pulau Sumatera serta berdekatan dengan negara tetangga.

Sedangkan ekspansinya berupa pembukaan rute baru, persaingan di rute yang sudah ada dan juga rute lama yang dihidupkan kembali.

Pada Desember 2015 ini, Bandara kebanggaan kota bertuah, Sultan Syarif Kasim II (SSK II) International Airport kedatangan “tamu baru” sebanyak tiga maskapai, baik menerbangi rute domestik maupun internasional.

Kadiv Pelayanan dan Operasional Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Hasturman Yunus mengatakan bahwa dua diantaranya baru operasi di Pekanbaru seperti Jetstar dan Xpress Air. Sedangkan untuk rute baru ada penerbangan Pekanbaru-Jambi yang dilayani oleh Wings Air.

Jetstar

Pada rute Singapura-Pekanbaru telah lama dilayani Silk Air pergi pulang tiga kali sepekan, dan akan bersaing dengan Jetstar meskipun dengan hari berbeda dan pelayanan yang berbeda. Dimana Jetstar akan memulai terbang perdana pada kamis (10/12), dengan Pesawat Airbus 320 yang berkapasitas 180 kursi penumpang.

express-air-boeing-737-1024x683

Sedangkan Xpress Air akan menghidupkan rute yang dulu pernah dilalui maskapai Riau Airlines dan Sky Aviation, yaitu Pekanbaru-Palembang dan Pekanbaru-Tanjung Pinang yang akan terbang perdana pada Jum’at (18/12) dengan Pesawat dornier 328-100 yang berkapasitas 32 kursi penumpang.

Wings Air ATR 72 500

Selain itu rute baru adalah Pekanbaru-Jambi dilayani Wings Air dengan mengoperasikan pesawat ATR 72-500 berkapasitas 70 kursi penumpang.

Tidak perlu menunggu waktu lama, Lion Group melalui maskapai Wings Air, pada Rabu (9/12) akan terbang perdana  rute Jambi-Pekanbaru.

Penerbangan perdana diawali dari Pekanbaru menuju Jambi dengan jam terbang pukul 07.25 WIB dan kembali ke Pekanbaru pukul 18.00 WIB.

Hasturman menyebutkan “Beroperasi ketiga maskapai tersebut, berarti telah membawa dampak positif di semua sektor terutama telah memberi sumbangan bagi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau”.

Berdasarkan Data Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, terdapat 10 rute domestik telah dibuka seperti:

  1. Pekanbaru-Jakarta,
  2. Pekanbaru-Batam,
  3. Pekanbaru-Medan,
  4. Pekanbaru-Bandung,
  5. Pekanbaru-Yogyakarta,
  6. Pekanbaru-Surabaya,
  7. Pekanbaru-Pasir Pangaraian,
  8. Pekanbaru-Tembilahan,
  9. Pekanbaru-Dabo Singkep
  10. Pekanbaru-Tanjung Balai Karimun.

Ke-10 rute tersebut dilayani oleh delapan maskapai seperti Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Indonesia AirAsia, Sriwijaya Air, Nam Air dan perintis dilayani Susi Air.

Sementara rute penerbangan internasional terdapat tiga maskapai yang melayani yakni AirAsia dengan rute Kuala Lumpur-Pekanbaru pergi pulang setiap hari.

Malindo Air dengan rute Malaka-Pekanbaru pergi pulang setiap hari dan Silk Air rute Singapura-Pekanbaru tiga kali dalam sepekan.

Kemilau Batik Riau, Batik Tabir

Pergelaran Kemilau Sumatera 2015 yang diselenggarakan di Atrium Utama Mal Pekanbaru menampilkan potensi pariwisata dan budaya Provinsi Riau, salah satunya Batik Tabir.

Sebagai Batik khas Riau, Batik Tabir merupakan salah satu produk UMKM yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sektor pariwisata.

Bahkan Batik khas Riau ini mendapat apresiasi dari Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Esthy Reko Astuty.

Pada saat pembukaan Kemilau Sumatera 2015 ini, ia mengagumi beberapa potensi pariwisata dan kerajinan daerah yang dipamerkan Riau.

Terutama sekali Batik Tabir, ia menyebutkan bahwa Batik khas Riau ini sangat bagus untuk dikembangkan, karena coraknya yang lembut.

Dinilainya bahwa Batik Tabir ini juga tidak kalah dengan batik ciri khas dari daerah lain. Ia mengatakan bahwa batik ini memiliki potensi untuk dikembangkan sampai ke tingkat nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, yang membuka pameran Kemilau Sumatera 2015 ini mengatakan bahwa Riau tengah giat meningkatkan sektor pariwisata.

Adapun pariwisata yang tengah dikembangkan antara lain, wisata alam, wisata budaya, wisata kuliner, wisata budaya, wisata religi dan lainnya.

Salah satu wisata yang tengah dipromosikan Riau adalah wisata religi, yakni Ritual Mandi Safar di Pantai Tanjung Lapin, Pulau Rupat Utara, Kabupaten Bengalis Riau.

Terlebih lagi untuk menyongsong MEA pada akhir tahun ini, ia menilai bahwa kesiapan sumber daya manusia serta pengembangan potensi daerah harus dapat dimaksimalkan.

Untuk diketahui bahwa ini adalah pameran terakhir Kemilau Sumatera yang digelar di Pulau Sumatera sendiri, karena tahun depan Kemilau Sumatera bakal Tour ke luar pulau Sumatera.

Cegah Teroris, BNPT & FKPT Adakan Dialog

dialog terorisme

Selasa (8/12) pagi, bertempat di Hotel Alpha Jalan Imam Munandar, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Riau mengadakan dialog untuk mencegah aksi terorisme.

Dialog Pencegahan Radikalisme, Terorisme bagi Tokoh Pemuda dan Perempuan ini diharapkan mampu untuk menjawab persoalan mengenai maraknya paham radikalisme terorisme di Indonesia. Kegiatan ini sendiri dihadiri oleh 265 peserta.

Para pesertanya berasal dari berbagai elemen masyarakat, antara lain Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dan Organisasi Wanita serta para mahasiswa dari beberapa Perguruan Tinggi yang ada di Pekanbaru. Dialog ini dibuka oleh Kepala Sub Bidang Kewaspadaan / Deradikalisasi Terorisme  Dr. Andi Intang Dulung.

Menurut Andi, untuk mencegah terorisme tidak cukup hanya dengan melakukan komunikasi dan pertemuan serta kunjungan. Tetapi perlu memanfaatkan para tokoh pemuda dan perempuan, pemerintah yang ada di Provinsi Riau untuk menyampaikan pesan perdamaian yang sejuk kepada masyarakat umum.

Keterlibatan para tokoh pemuda dan perempuan ini tentunya sangat penting. Diharapkan dapat mempersempit ruang gerak radikalisme serta terorisme dalam menangani masalah radikal terorisme. Terlebih saat ini kalangan pemuda menjadi incaran utama.

Dialog ini terbagi dalam tiga sesi, pada sesi pertama ada pembahasan tentang peran TNI dalam mengatasi terorisme di Indonesia oleh Danrem 031 WIB. Sesi kedua memahami kembali esensi Islam dalam mencegah radikalisme oleh Prof Sudirman, MO.

Untuk sesi ketiga menampilkan dua pembicara, yakni Abdul Rahman Ayub dan Dr Andi Jamaro. Abdul Rahman Ayub yang merupakan mantan teroris ini menceritakan pengalamannya dulu sewaktu pernah menjadi teroris. Sedangkan Dr Andi Jamaro menjelaskan peran generasi muda dalam upaya pencegahan paham kekerasan dan Terorisme.

Plaza Sukaramai Terbakar

Selasa (8/12) sore, Plaza Sukaramai terbakar. Lantai dasar disinyalir menjadi sumber kebakaran, hingga kini asap masih mengepul dan 150 orang pemadam kebakaran terus berupaya memadamkan api.

Hingga saat ini masih belum diketahui apa penyebab kebakaran dan jumlah kerugian materil. Regu Pemadam Kebakaran yang menyisir sebagian bangunan Plaza Sukaramai belum menemukan ada korban jiwa.

Sebelumnya sempat beredar informasi, jika ada beberapa orang yang masih terkurung. Api yang berkobar dari lantai dasar akhirnya merembes ke blok-blok lainnya hingga ke atap bangunan.

Dua petugas pemadam kebakaran sempat terluka akibat terkena serpihan kaca yang berserakan. Sedangkan kondisi di dalam, hampir semuanya berantakan karena dilalap api.

Satu persatu bagian gedung rubuh telah menjadi arang, dikhawatirkan dapat ambruk kapan saja. Bahkan sempat terdengar suara ledakan dari dalam bangunan.

Sejumlah pedagang pun sangat kecewa, karena tabung racun api yang ada ternyata tidak berfungsi. Padahal mereka telah berupaya memadamkan api saat api pertama menjalar sore kemarin.

Anggota DPRD Pekanbaru, H Darnil SH menyayangkan kondisi ini. Padahal DPRD Pekanbaru sejak jauh hari telah mewanti-wanti kepada semua mal dan pusat perbelanjaan, agar menyiapkan racun api.

Pihaknya juga menyarankan kepada mal dan perusahaan untuk menyediakan hydrant besar beserta kolamnya. Selain itu pihaknya menyayangkan akses keluar-masuk lantai dasar yang sangat kecil dan hanya ada dua pintu.

Turut berduka untuk pedagang di Plaza Sukaramai yang terkena musibah ini, semoga api dapat segera dipadamkan dan para pedagang diberi ketabahan.

Berikut ini update kebakaran Plaza Sukaramai:

/

Ujian Diundur, Libur Diperpendek

CR6I3EQVEAA2gJp

Akibat kabut asap yang melanda beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi Riau akhirnya memundurkan jadwal Ujian Semester Ganjil siswa.

Keputusan tersebut diambil lantaran para peserta didik di Riau tertinggal jam pelajaran karena diliburkan akibat kabut asap yang melanda pada September-Oktober lalu.

Adapun pemunduran jadwal Ujian Semester Ganjil ini diberlakukan untuk semua jenjang pendidikan. Untuk siswa Sekolah Dasar yang awalnya pada 3-12 Desember 2015 diundur menjadi 17-23 Desember 2015.

Sedangkan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sendiri diundur pada tanggal 14-23 Desember 2015. Demikianlah yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Riau, Kamsol.

Selain memundurkan jadwal Ujian Semester Ganjil, Pemprov Riau bersama Kabupaten/Kota juga telah sepakat untuk boleh meniadakan jam pelajaran muatan lokal dan olahraga.

Bahkan Pemprov Riau juga mengambil kebijakan untuk mengurangi libur bagi peserta didik. Jika sebelumnya libur sekolah selama dua pekan, dikurangi menjadi satu pekan agar mengejar ketertinggalan.

Tentunya hal ini juga akan berdampak pada persiapan siswa menyambut Ujian Nasional (UN), karena tidak akan bagus jika hanya Riau yang meminta pengunduran pelaksanaan UN.

Bahkan hal ini tentunya akan berdampak juga pada persiapan siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Dikatakannya bahwa meski pihaknya bisa saja mengusulkan pengunduran pelaksanaan UN, pihaknya tetap optimis dapat mengejar ketertinggalan jika semua pihak sepakat dan mendukung.

Riau Jadi Host Kemilau Sumatera 2015

Kemilau Sumatera

Pemerintah Provinsi Riau ditunjuk menjadi Tuan Rumah Kemilau Sumatera 2015 oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Adapun penunjukan Riau sebagai tuan rumah ini adalah berdasarkan dari kesepakatan seluruh Provinsi yang ada di Pulau Sumatra.

Apresiasi dari Pemerintah Pusat ini memiliki peran positif dalam mempromosikan potensi wisata dan pengembangan ekonomi kreatif di Riau.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Riau, Fahmizal. Dikatakannya bahwa ini adalah kesempatan yang diharapkan dapat menjadi daya tarik wisatawan agar berwisata ke Riau.

Melalui Pameran Kemilau Sumatera di Pekanbaru ini, pihaknya berharap daerah-daerah di Sumatera dapat mengenal lebih jauh tentang potensi wisata serta seni budaya.

Dengan demikian, Riau diharapkan menjadi target pasar destinasi pariwisata di Sumatera yang diharapkan akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Riau sendiri.

“Pesona Batik” menjadi tema andalan pada Pameran Kemilau Sumatera 2015 ini. Direncanakan akan dibuka oleh Plt Gubernur Riau, serta dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Pariwisata, Senin (7/12), di Mall Pekanbaru.

Selain itu, pada acara yang berlangsung selama tiga hari, yang dimulai sejak hari Senin (7/12) hingga Rabu (9/12) ini juga dihadiri Dinas Pariwisata se-Sumatera serta Industri Pariwisata Riau dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau.

Di mana akan ditampilkan pameran kesenian budaya serta pariwisata di seluruh Provinsi di Pulau Sumatera dan nantinya akan dimeriahkan dengan lomba tari serta atraksi kesenian Riau.

Syarat Perpanjangan SIM Keliling Online

Berikut ini tata cara perpanjangan SIM dengan menggunakan layanan SIM Keliling Online Pekanbaru:

  1. Sertakan foto kopi KTP
  2. Sertakan SIM asli yang masih berlaku
  3. Mengisi formulir permohonan perpanjangan SIM
  4. Mengikuti tes kesehatan dengan membayar Rp 35.000
  5. Mengikuti uji psikologi atau psikotes untuk SIM A dan C dengan membayar Rp 100.000

Adapun biaya perpanjangan SIM di layanan SIM Keliling Online Pekanbaru berdasarkan PNBP adalah sebagai berikut:

  • SIM A = Rp 80.000,-
  • SIM C = Rp 75.000,-

Untuk kemudahan pembayaran SIM Online, biayanya dapat dibayarkan melalui e-Channel dan Unit Kerja BRI di seluruh Indonesia.

Mobil SIM Keliling Online Pekanbaru melayani perpanjangan SIM A dan SIM C setiap hari Senin-Sabtu dengan jam pelayanannya dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB dan hari Ahad mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 08.30 WIB

Untuk jadwal SIM Keliling Online Pekanbaru adalah sebagai berikut:

  1. Senin di Jalan Jendral Sudirman (Purna MTQ)
  2. Selasa di Jalan HR Soebrantas (Giant Panam)
  3. Rabu di Jalan Ahmad Yani (Plaza Central/Pasar Kodim)
  4. Kamis di Jalan Soekarno-Hatta (Transmart)
  5. Jumat di Jalan Hang Tuah (Pasar Sail)
  6. Sabtu di Jalan H Imam Munandar (Alam Mayang)
  7. Ahad di Jalan Gajah Mada (Areal Car Free Day)

Perlu diketahui bahwa layanan SIM Keliling Online hanya untuk mempermudah memperpanjang SIM, sehingga pemilik SIM dapat memperpanjang SIM nya di 45 satuan penyelenggara administrasi SIM (satpas) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sedangkan untuk pembuatan SIM baru, masyarakat Riau tetap harus datang ke kantor Satlantas kabupaten/kota masing-masing di Provinsi Riau.

*artikel ini diupdate secara berkala, mengikuti jadwal yang diberikan oleh RTMC Riau