Home Blog Page 271

PCMI Riau, Yang Muda Yang Berkarya

pcmiYang muda yang berkarya. Kalimat itu sepertinya pantas disematkan kepada Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI), salah satu organisasi kepemudaan yang aktif bergerak di Riau.

Organisasi yang beranggotakan para alumnus Program Pertukaran Pemuda Antar Negara ini telah aktif berkegiatan sejak tahun 2008 lalu. Tidak banyak yang mengetahui bahwa organisasi ini sendiri telah berdiri semenjak tahun 1977.

Bertujuan melaksanakan pembinaan dan pengembangan alumni untuk ikut serta dalam pembangunan nasional, PCMI yang kini diketuai oleh Alfa Frisa Seftania melaksanakan berbagai kegiatan rutin, diantaranya:

  1. Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN),
  2. Aksi Donor Mukena dan Bank Ramadhan,
  3. Gerakan Pelangi Ramadhan (Program adik asuh)
  4. dan masih banyak kegiatan lainnya.

PCMI sendiri memiliki komunitas binaan, yaitu Sahabat PCMI, yang berorientasi kepada pengembangan sumber daya pemuda secara mandiri. Tercatat sekitar 60 pemuda berbagai latar belakang pendidikan yang menjadi anggota komunitas ini. Sahabat PCMI bergerak dalam berbagai kegiatan sederhana yang bermanfaat, berkonteks: dari, oleh dan untuk kita. 

Selain tujuan di atas, membentuk watak dan mental anggota sebagai pemuda Indonesia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan ikut serta dalam mewujudkan tercapainya perdamaian dunia yang kekal abadi, juga merupakan salah satu tujuan dari PCMI.

Nah jika anda tertarik untuk tahu lebih banyak tentang PCMI, sile cek ke:

Twitter: @pcmi_riau

Instagram: @pcmi_riau

Web: pcmiriau.or.id

2000 Formasi CPNS Disiapkan Pemprov

0

PNS

Siap-siap bagi Encik dan Puan yang sedang mencari kerja, terutama yang berminat menjadi PNS. Karena pada tahun ini, Pemprov Riau berencana mengusulkan perekrutan aparatur sipil negara.

Pemerintah Provinsi Riau kini menyusun formasi untuk penerimaan CPNS tahun 2016 dan sebanyak 2000 formasi telah selesai dirampungkan.

Pemprov Riau melalui BKPPD Riau mengusulkan sebanyak 2000 formasi kepada pemerintah pusat, usulan melalui e-formasi CPNS Pemprov Riau kepada Kementrian Aparatur Negera Dan Reformasi Birokrasi RI (KemenPAN-RB).

Seperti yang disampaikan oleh Kepala BKPPD Riau, Asrizal, pihaknya kini sudah mengusulkan CPNS tahun 2016 melalui sistem elektronik.

Diterangkannya bahwa peran Pemprov Riau hanyalah mengusulkan. Karena keputusan akhir berada di tangan pemerintah pusat, terkait berapa kuota yang akan diberikan kepada Pemprov Riau.

BKPPD Riau sendiri telah menyelesaikan entri e-formasi penerimaan CPNS sebanyak 2000 formasi yang telah diusulkan oleh Pemprov Riau.

Proses penerimaan usulannya sendiri melalui sistem e-formasi kepada pemerintah pusat. Perlu diketahui bahwa formasi yang paling dibutuhkan adalah tenaga teknis.

CPNS tenaga teknis tersebut nantinya akan ditempatkan di Dinas Perhubungan, UPT-UPT di Dinas Bina Marga serta di Cipta Karya.

Terkait hal tersebut, Asrizal menuturkan bahwa yang paling dominan dibutuhkan adalah tenaga-tenaga teknis. Hal tersebut, sebutnya karena memang dibutuhkan.

Cabe Merah Pekanbaru Penuhi 57% Kebutuhan

panen cabe

Cabe merah yang beberapa waktu lalu baru dipanen oleh Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, mampu memenuhi kebutuhan Kota Pekanbaru sebesar 57 persen.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekanbaru, El Syabrina, Rabu (30/12). Dijelaskannya bahwa untuk memenuhi 43 persen lagi, masih dipenuhi dari provinsi tetangga seperti Sumbar dan Sumut.

Ia menyatakan bahwa ada anggapan yang mengatakan semua cabe yang diperjualbelikan pada pasar tradisional di Pekanbaru dipasok dari luar.

Padahal 57 persen kebutuhan lokal telah dipenuhi oleh petani lokal. Hal ini disebabkan karena jenis cabe merah yang dihasilkan petani Pekanbaru tidak jauh beda dengan daerah lain.

Pihaknya akan terus mendorong peningkatan produksi cabe. Antara lain dengan memberikan bantuan bibit dan pupuk bagi petani sehingga memperluas luasan tanam cabai merah.

Diharapkan produksi cabai merah Pekanbaru kedepannya dapat menuju sentra penghasil. Untuk tahun ini Pekanbaru mendapat bantuan bibit cabai merah dan pupuk bagi lahan seluas 24 hektare yang berasal dari APBN.

Untuk bibit ini akan dibagikan kepada kelompok tani yang tersebar di 12 Kecamatan untuk ditanam dan dipelihara hingga menghasilkan cabe. Hebatnya, sekali tanam cabe bisa panen 20 kali,

Lokasi pertanian Rumbai yang mendapat bantuan bibit yang ditanam ini memiliki luas sebesar 8 hektere. Sebagiannya kini sudah mulai berbunga, bahkan seluas 2 hektare sudah panen.

Pada panen raya yang dilakukan oleh Wali Kota beberapa waktu lalu, petani mampu memproduksi 1 hingga 1,5 ton sekali panen. Ia berharap sekitar bulan Maret seluruh bibit cabe ini sudah mulai menghasilkan.

Jika seluruh cabe ini mampu dipanen, maka pasokan cabe merah di Kota Pekanbaru tentunya akan meningkat serta mampu memenuhi permintaan.

Gotong Royong Untuk Cegah DBD

DBD

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru kian meningkat hingga 100 persen pada tahun 2015 dibandingkan dengan tahun lalu.

Demikian yang diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Gustiyanti, Kamis (31/12).

Ia menyebutkan bahwa iklim dan cuaca yang ekstrim serta musim kemarau dan musim penghujan yang terjadi dua kali dalam setahun semakin mempermudah peluang perkembangbiakan telur nyamuk Aedes Aegypti.

Berdasarkan data pada tiga tahun terakhir ini, untuk tahun 2015 merupakan kasus DBD yang tertinggi. Ada sekitar 502 orang yang telah terjangkit DBD.

Sementara pada tahun 2014 yang lalu hanya 209 kasus saja, sedangkan pada tahun 2013 hanya 113 orang yang terjangkit DBD di Kota Pekanbaru.

Oleh sebab itu, dalam menindaklanjuti surat Gubernur Riau perihal kegiatan bulan bakti mencegah kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah, maka Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru telah mengirimkan surat instruksi Wali Kota Pekanbaru nomor 440/Diskes/877 tertanggal 11 September 2015 kepada seluruh aparat Camat dan Lurah di wilayah setempat.

Adapun tujuannya adalah agar terus menggalakkan gotong royong untuk menekan jumlah penderita DBD. Selain itu Diskes Pekanbaru terus mengimbau warga agar menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Dikatakan olehnya bahwa peran serta masyarakat untuk menekankan penurunan jumlah kasus DBD sangat dibutuhkan, karena masyarakat juga dapat membantu dengan menggalakkan 3M Plus (Menguras, Mengumpul Menimbun dan penggunaan obat pengusir nyamuk dan bibit abate diharapkan bisa membunuh nyamuk penyebab DBD).

Tumpuk Bolu Kemojo Pecahkan Rekor MURI

Jpeg

Salah satu makanan khas Provinsi Riau adalah Bolu Kemojo, dengan ciri-ciri berbentuk bunga kemboja, berwarna hijau dan beraroma pandan. Kini berbagai pihak telah berusaha dalam menjaga kelestarian kuliner tradisional tersebut.

Jpeg

Salah satunya adalah pada ahad (3/1), pukul 14.00 WIB, dilakukan pemecahan rekor MURI “Tumpuk Bolu Kemojo” di Rumah Pariwisata Alam Mayang, Jl. Imam Munandar, Pekanbaru.

Jpeg

Dalam hal ini pembuatan bolu kemojo dikerjakan oleh para pelajar jurusan Pastry dari SMKN 3 Pekanbaru yang pengerjaannya telah dimulai sejak tanggal 1 Januari 2015 yang lalu.

Jpeg

Sedangkan pembuatan dan pemasangan Bolu Kemojo pada kerangka tumpuk dibantu oleh Pihak Batalyon 462/Pulanggeni Paskhas TNI AU. Tumpuk tersebut dibentuk menyerupai kerucut, serta sering disebut gulungan.

Pada pencatatan rekor ini tidak hanya dilihat pada kualitas, akan tetapi dilihat esensi tradisi warisan budaya dalam hal ini kuliner nusantara bisa tetap lestari dan terjaga ditengah kemajuan bangsa. Sehingga kelak, generasi selanjutnya tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa yang kaya keanekaragamannya.

 

Perwakilan rekor muri Indonesia, Awan Rahargo, hadir dan melakukan pencatatatan pada tumpuk/gulungan bolu kemojo tersebut.

“Peristiwa ini tercatat muri sebagai peristiwa superlatif yang terukur dari segi ukuran dengan tinggi 10meter dan terdapat 3000 bolu,” ujar Awan.

Dalam hal ini, MURI mencatatkan rekor tersebut ke nomor urut 7279 dalam pembuatan karya dan karsa Gulungan Bolu kemojo tertinggi di Pekanbaru, Riau.

Sedangkan Pihak pengelola Rumah Pariwisata Alam Mayang, Yono, mengaku acara ini diadakan dalam mendukung program pemerintah yaitu, Riau The Homeland of Melayu.

“Mudah-mudahan melalui program ini, bolu kemojo bisa menjadi produk tradisional yang menasional,” ujar pria paruh baya ini.

 

Pada pemecahan rekor muri tersebut, dihabiskan sekitar setengah ton tepung, 5000 butir telur, 200kg gula, 125kg mentega dan bahan pelengkap lainnya. Nantinya bolu kemojo tersebut akan dibagikan kepada para pengunjung.

Jpeg

Di akhir acara, Awan menyerahkan 3 Sertifikat Rekor Muri Indonesia kepada pengelola Rumah Pariwisata Alam Mayang, Pihak SMKN 3 Pekanbaru dan Pihak Batalyon 462/Pulanggeni Paskhas TNI AU yang telah menyukseskan acara tersebut.

Harga Pertalite & Pertamax Akan Turun

0

Ada kabar baik untuk kita semua di awal tahun ini.  Bukan hanya tarif listrik, premium dan solar saja yang turun, harga Pertamax dan Pertalite juga diturunkan oleh PT Pertamina (Persero).

Harga Pertalite turun menjadi Rp 7.950 per liter, sedangkan harga Pertamax menjadi Rp 8.450 per liter. Demikian yang diungkapkan oleh Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, Minggu (3/1).

Penurunan harga ini akan diterapkan pada semua jenis BBM nonsubsidi, demikian juga dengan Pertamax, Pertalite, Pertamina Dex, dan lainnya.

Adapun penurunan harga ini disebabkan karena melemahnya harga minyak mentah dunia, juga mengikuti rencama pemerintah memangkas harga BBM jenis premium dan solar.

Selain itu pada tanggal 10 Desember yang lalu, harga BBM nonsubsidi telah diturunkan Pertamina. Di mana seluruh harga produk BBM nonsubsidi telah diturunkan sebesar Rp 100 per liter dalam rangka merayakan ulang tahun Pertamina yang ke-58.

Sebelumnya harga Pertalite Rp 8.200/liter, yang artinya mengalami penurunan sebesar Rp 2.700. Sedangkan harga Pertamax sebelumnya adalah Rp 8.650/liter, mengalami penurunan sebesar Rp 200.

Untuk harga Premium menjadi Rp 7.150/liter, turun sebesar Rp 150/liter. Sementara itu untuk harga solar dari Rp 6.700/liter turun menjadi Rp 5.950/liter.

Ditambahkan oleh Bambang, bahwa penurunan harga BBM nonsubsidi (Pertamax, Pertalite, Premium dan Solar) ini akan berlaku mulai tanggal 5 Januari 2016 mendatang.

Rp123 M Disiapkan Untuk Cegah Karhutla

suasana taman nasional Tesso Nilo yang terbakar, gambar diambil dari dalam bus | infoPKU
suasana taman nasional Tesso Nilo yang terbakar, gambar diambil dari dalam bus | infoPKU

Demi mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemprov Riau melalui beberapa dinas/badan telah menyiapkan anggaran pencegahan sebesar Rp123 miliar dalam APBD 2016.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Gubri, H Arsyadjuliandi Rachman, dalam ekspos akhir tahun sebagai refleksi atas kinerja seluruh SKPD di lingkungan Pemprov Riau, Kamis (31/12).

Menurut Plt, upaya pencegahan karhutla harus dilakukan bersama. Baik itu dari pemerintah, pihak swasta serta peran dari masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan.

Diungkapkannya bahwa selain dari anggaran Rp123 miliar, juga ada Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Kabupaten/Kota sebesar Rp77,7 miliar untuk pencegahan Karhutla.

Dinas Perkebunan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Lingkungan Hidup (BLH), Badan Koordinasi Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (Bakorluh), Dinas Kesehatan, dan Dinas Kehutanan, menjadi SKPD yang mendapat anggaran pencegahan Karhutla.

Oleh karena itu diharapkan seluruh SKPD di lingkungan Pemprov Riau yang terkait untuk dapat mengotimalkan anggaran tersebut dalam upaya pencegahan.

Diharapkan, anggaran yang telah disiapkan ini dapat membangun infrastruktur maupun kegiatan lain dalam pencegahan karhutla.

Tentunya kita berharap karhutla tidak terulang lagi di tahun ini dan tahun yang akan datang, semoga anggaran yang telah disiapkan benar-benar dapat dimanfaatkan.

Polemik Pekanbaru Kota Madani

kota madani
Source: instagram

Kamis (31/12) yang lalu, tulisan raksasa Pekanbaru Kota Madani yang berada di persimpangan Bandara Sultan Syarif Kasim II ditutupi oleh spanduk yang bertuliskan “Bertuah Bukan Madani” oleh oknum tidak dikenal.

Hal ini merupakan bentuk protes dari masyarakat yang tidak setuju julukan Pekanbaru Kota Bertuah berubah menjadi Pekanbaru Kota Madani.

Seperti yang kita ketahui bahwa selama ini julukan Kota Pekanbaru adalah Bertuah, yang merupakan kepanjangan dari Bersih, Tertib, Usaha Bersama, Aman dan Harmonis.

Sedangkan Pekanbaru Kota Madani adalah visi dan misi Wali Kota Pekanbaru, Firdaus dalam mewujudkan Kota Pekanbaru menuju Kota Metropolitan yang Madani.

Diharapkan Kota Pekanbaru nantinya akan berkembang pesat dan masyarakatnya pun beradab serta berakhlak. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka Pemko mengadakan program Maghrib Mengaji.

Bahkan berdasarkan #pollingPKU yang dilempar oleh infoPKU, sebanyak 86% dari 161 pemilih lebih memilih Kota Bertuah ketimbang Madani.

Berikut ini pendapat followers kami yang memilih Kota Bertuah:

Berikut ini pendapat followers kami yang memilih Kota Madani:

Namun ternyata juga ada followers kami yang memilih netral:

Meski masyarakat lebih memilih Bertuah, lain halnya dengan pihak Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau yang ternyata tidak mempermasalahkan hal tersebut.

Wakil Ketua LAM Riau, Edyanus Herman Halim, mengatakan bahwa perubahan slogan itu merupakan salah satu tujuan Pemko untuk mewujudkan Kota Pekanbaru menjadi Kota Madani, sehingga tidak perlu dipermasalahkan.

Kemudian ia meminta kepada masyarakat Kota Pekanbaru agar dapat menerima sloganbaru tersebut dan menjadikan Pekanbaru ini sebagai Kota yang Madani.

Bagaimana dengan Encik dan Puan? Silakan sampaikan pendapat Encik dan Puan di kolom komentar yang telah disediakan.

Ironi Pejalan Kaki di Pekanbaru

Kota Pekanbaru kini sedang berbenah, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah menata kawasan depan ruko untuk dijadikan sebagai pedestrian bagi para pejalan kaki.

Tujuannya agar nantinya mereka (para pejalan kaki) merasa nyaman saat berjalan kaki di kawasan depan ruko. Terbukti dengan letak pedestrian lebih tinggi 20 cm dari badan jalan beraspal yang dijadikan parkir kendaraan.

Lalu terdapat tempat duduk untuk tempat istirahat masyarakat sembari menikmati suasana kota. Kenyamanan yang diberikan Pemko sangat diapresiasi oleh para pejalan kaki.

Namun sayangnya kenyamanan tersebut seketika dicoreng oleh “aksi nakal” para pedagang kaki lima (PKL), sehingga membuat para pejalan kaki harus menghindarinya dengan minggir ke jalan raya.

Selain itu, masih ada saja para pengendara memarkirkan kendaraannya di atas pedestrian. Padahal seharusnya pedestrian sepanjang 3 meter dari ruko adalah kawasan bebas parkir kendaraan.

Dari sini dapat dilihat, hak para pejalan kaki dirampas dan tidak dipedulikan hanya demi pundi-pundi keuntungan belaka oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Masyarakat sebagai pejalan kaki menyesali adanya kejadian ini dan berharap agar Pemko segera cepat tanggap  untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Jika masalah ini tidak diselesaikan dengan cepat, maka tidak memungkinkan akan memakan korban jiwa. Sebaiknya mencegah sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi.

Berikut ini beberapa opini dari followers kami terkait keadaan pedestrian di Pekanbaru:

Pasar Sago, Pecinan ala Pekanbaru

0

Di Kota Pekanbaru ada sebuah kawasan kecil yang dihuni oleh para etnis Tionghoa. Biasanya kawasan ini disebut dengan Chinatown atau yang lebih dikenal dengan kawasan pecinan.

Kawasan pecinan di Kota Pekanbaru sendiri terletak di Jalan Juanda dan Jalan Karet. Tiap paginya, kawasan ini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat.

Adapun penyebabnya adalah karena di kawasan pecinan ini terdapat sebuah pasar tradisional yang bernama Pasar Sago.

Di pasar Sago ini Encik dan Puan akan mendapatkan pengalaman berbelanja yang berbeda dari pasar pada umumnya.

Sama halnya dengan kawasan pecinan pada umumnya, selama berada di pasar ini, Encik dan Puan akan mendengar aneka lantunan lagu-lagu khas Tionghoa.

Di pasar Sago, Encik dan Puan bisa mendapatkan aneka kebutuhan dapur yang kualitasnya tak kalah bagus dan bersih, sama seperti yang ada di supermarket.

Tak hanya itu, beberapa buah dan ikan tertentu juga hanya ada di pasar Sago. Misalnya, untuk memasak masakan melayu berbahan dasar ikan lumi/lomak. Dimana Ikan lumi/lomak paling fresh hanya bisa didapatkan di pasar Sago.

Tak hanya menjual kebutuhan dapur, beberapa los di pasar Sago juga menyediakan aneka kebutuhan ibadah bagi warga Tionghoa, seperti kertas doa, lilin, kue dan buah untuk sembahyang yang cukup lengkap.

Selepas berbelanja, tak ada salahnya untuk memanjakan perut Encik dan Puan. Di kawasan ini banyak terdapat kedai kopi yang memiliki menu istimewa yang dapat dinikmati untuk sarapan.

Tentunya kebanyakan makanan khas kedai kopi milik kaum Tionghoa seperti: bubur ayam, cakwe, kwetiau dan sebagainya.

Terakhir, jangan lewatkan event tahunan seperti Imlek. Selama Imlek, kawasan ini akan semarak dengan aneka acara seperti pameran, festival kue bulan dan juga festival kembang api yang tentunya sayang untuk dilewatkan.