Breaking News
Home » Opini » Trotoar Pengganti TPS
Rabu, (14/10). Kondisi beberapa trotoar yang penuh dengan sampah di Jalan Tambusai/Nangka Pekanbaru.
Rabu, (14/10). Kondisi beberapa trotoar yang penuh dengan sampah di Jalan Tambusai/Nangka Pekanbaru.

Trotoar Pengganti TPS


Rabu, (14/10). Kondisi beberapa trotoar yang penuh dengan sampah di Jalan Tambusai/Nangka Pekanbaru.
Rabu, (14/10). Kondisi beberapa trotoar yang penuh dengan sampah di Jalan Tambusai/Nangka Pekanbaru.

Permasalahan sampah hingga saat ini belum bisa teratasi terutama di kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Palembang, Pekanbaru, maupun di kota-kota kecil lainnya.

Masalah yang dihadapi beragam, mulai dari masyarakat yang belum taat membuang sampah ke tempatnya, seperti di saluran air, sungai, dan tempat lain.

Tidak hanya itu, sarana pendukung seperti tempat penampungan sampah atau TPS, mobil pengangkut sampah, dan sarana lain, yang belum sepenuhnya didistribusikan dengan baik.

Apa karena dana yang belum ada dalam Anggaran Pendapatan Belanja dan Daerah (APBD) atau masalah lainnya?

Memang dalam setiap kegiatan yang membutuhkan dana haruslah dimuat pada APBD di setiap Pemprov atau Pemko.

Di Pekanbaru misalnya permasalahan sampah yang dihadapi Pemko kian meningkat. Itu terlihat dari populasi sampah yang berserakan di pinggir jalan atau trotoar.

Hampir setiap harinya trotoar yang seharusnya untuk pejalan kaki berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah.

Salah satu contoh di Jalan Tambusai/Nangka, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Soebrantas, dan tempat lainnya.

Selama kurang lebih satu bulan saya di Pekanbaru, saya terus perhatikan mengenai sampah yang belum bisa diatasi pemerintah.

Memang Perda mengenai sampah sudah ada. Namun, penerapan di masyarakat yang belum maksimal hingga saat ini.

Lalu, bagaimana solusinya agar permasalahan sampah ini cepat teratasi ?

Pertama, sosialisasikan kepada masyarakat akan dampak dari pada sampah itu sendiri. Dampak negatif, seperti penyebab banjir, penyebab malaria serta DBD, kondisi kota yang bau, dan dampak lain.

Oleh karena itu, sosialisasi langkah awal agar Perda yang ada dapat diterapkan masyarakat sehingga kota Pekanbaru menjadi bersih dan sehat. Itulah harapan kita masyarakat Pekanbaru khususnya.

Kedua, sediakan TPS (Tempat Pembuangan Sampah) yang berada disetiap sudut kota, seperti di Taman Kota, persimpangan jalan, atau di pinggir jalan.

Karena berdasarkan pantauan saya di lapangan ada beberapa tempat tidak ada TPS atau bak Sampah sehingga sampah berserakan dengan leluasanya.

Ketiga, mobil pengangkut sampah harus on time mengangkut sampah di setiap bak pembuangan atau yang masih berserakan di trotoar.

Keempat, aturan yang dibuat harus diterapkan dengan benar, seperti pelaku pembuangan sampah di jalan, sungai, tempat umum harus dikenakan hukuman yang setimpal.

Bisa dikenakan denda atau penjara sehingga menimbulkan efek jera agar tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Tentunya, tidak empat solusi di atas saja yang harus kita terapkan baik pemerintah maupun masyarakat karena permasalahan sampah ini terus menghantui kita.

Oleh karenanya, sebagai masyarakat seharusnya kita ikut membantu program pemerintah dalam mengatasi sampah ini.

Misal dengan membuat barang antik dari sampah, pameran sampah serba guna, mendaur ulang sampah, dan ide lainnya.

Itu bisa kita terapkan di lingkungan tingkat RT/RW, Kelurahan, Kecamatan, atau bahkan provinsi. Penerapannya bisa kita jadikan perlombaan mingguan, bulanan, dan tahunan untuk setiap karya yang kreatif, inovatif, dan bernilai jual tinggi.

Tentunya dengan tujuan tidak sekadar lomba saja, tetapi diharapkan juga dapat memberikan dampak pada perekonomian masyarakat.


About Wayan

Sekarang Menempuh Pendidikan di Universitas Riau Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Prodi Sosiologi Tahun 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *