"Selalu Ada" by : @mondew_ | Pekanbaru - Riau
Home » Sastra » Cerpen » “Selalu Ada” by : @mondew_
Selalu Ada
Selalu Ada

“Selalu Ada” by : @mondew_


Selalu Ada

“Makasih yah, Cit. emank loe sahabat terbaik gue.” Ujar Dion pelan kepada Citra yang duduk di sampingnya.

“Santai aja kali, kayak yang gue siapa aja.” Balas Citra degan bercanda.

 

Siang itu Dion bertamu ke rumah Citra sahabatnya. Seperti biasa, kalau Dion sedang suntuk tentang masalah apa saja, Dion pasti langsung menceritakannya kepada Citra. Dan Citra sebagai sahabat yang baik, selalu siap mendengarkan Dion.

 

Sempat ada gosip tak sedap mengenai kedekatan Citra dan Dion, namun gosip itu perlahan hilang seiring waktu, apalagi sekarang Dion telah menjalin hubungan dengan Amel. Cewek yang dikenalnya dari bimbel itu.

“Oke, gue cabut yah, jemput si Amel lagi.” Pamit Dion pada Citra.

“Iya, eh, jangan lupa tugas kelompok buat besok lho.” Citra mengingatkan Dion. Ia tahu, kalau Dion sudah bersama Amel, urusan sekolah pasti jadi nomor dua.

Citra sebenarnya agak kurang setuju Dion berhubungan dengan Amel. Bukan karena apa-apa, tapi karena menurutnya, Amel membawa pengaruh yang kurang baik untuk Dion. Bagaimana nggak, Amel bukan tipe cewek yang peduli sama sekolah dan pelajarannya. Baginya, hidup hanyalah kesenangan, hura-hura. Dan sekarang, Dion mau nggak mau terseret juga ke gaya hidup Amel.

Mulai dari saat pertama Dion memberitahunya kalau ia menyukai Amel, Citra sudah nggak setuju, namun ia tajut larangannya malah diartikan lain oleh Dion. Makanya, sekarang Citra hanya bisa mendukung semua keputusan Dion soal hubungannya dengan Amel.

 

Keesokan harinya, Dion melangkah ke dalam kelas, lima menit sebelum bel masuk berbunyi. Mengernyit bingung ketika melihat kesibukan luar biasa di kelasnya.

“Pada ngapain?” tanyanya pada Citra sambil meletakkan tas di bangkunya.

“Tugas kelompok matematika.” Jawab Citra tersenyum.

Dion terdiam, menatap dengan pandangan penuh permohonan maaf ke arah Citra.

Citra tersenyum mengangguk penuh pengertian kea rah Dion.

“Udah gue duga. Tenang aja, udah selesai.” Jawab Citra lagi.

Dion menatap Citra lagi, semakin merasa nggak enak.

“Eh, gue jadi ga enak nih, ngerepotin loe terus.” Ujar Dion.

“Udahlah, gapapa kok. Gue ngerti, kan kemaren loenya lagi ada masalah,” jawab Citra tersenyum.

“Sekali lagi thanks ya, Cit.” sahut Dion. Citra hanya mengangguk dan tersenyum.

Dion mengangguk tersenyum. Dalam hati dia bersyukur dianugerahi sahabat sebaik Citra.

 

Dion sakit. Sudah seharian ini dia terbaring lemah di kamarnya. Citra sangat cemas mendengarnya. Berbeda dengan dirinya, Dion adalah orang yang jarang sekali jatuh sakit. Oleh karena itu, sepulang dari sekolah, Citra langsung mengunjungi Dion dirumahnya.

Dion terlihat lemas dan pucat. Dia hanya tersenyum singkat melihat kedatangan Citra.

“Gimana keadaan loe, Dion?” tanya Citra khawatir.

“Masih rada pusing gue.” Jawab Dion lemah.

“Mana Amel, kok ga keliatan?” tanya Citra lagi karena memang Amel tak kelihatan di situ.

“Gatau deh, gue.” Jawab Dion males.

Citra menangkap nada kesal dalam suara Dion. Ia menghela nafas dalam. Pasti mereka ada masalah lagi nih, pikirnya.

“Berantem lagi sama Amel?” tanya Citra

“Tau deh, loe liat sendiri kan.. mana dia? Malah loe yang duluan dating.” Sahut Dion. Terlihat jelas ia sangat marah kali ini.

“Yah, mungkin dia ada urusan penting,” Citra coba menenangkan.

“Emank semua hal penting buat dia, Cit. kecuali gue! Capek hati gue!” ujar Dion lagi.

“Sabar, jangan marah-marah. Ntar tambah sakit.” Sahut Citra.

“Capek gue sabar terus, Cit.. coba cewek gue tuh, loe.” Ujar Dion spontan. Citra terkesiap.

“Maksud loe?” tanyanya heran.

“Iya, kalo cewek gue kaya loe, yang selalu ada buat gue. Tulus perhatian am ague, ngertiin gue. Kayak loe.” Jawab Dion pasti. “Kalo loe bukan sahabat gue dari dulu, pasti udah gue pacarin.” Lanjutnya lagi.

Citra diam. Jantungnya berdegup kencang. Pikirannya melayang nggak tentu arah. Ingin sekali ia bisa menjawab pernyataan Dion. Namun ditahannya hatinya. Ia hanya berkata dalam hati.

Gue selalu ada buat loe, karena gue sayang am aloe. Lebih dari sahabat. Tapi bagi loe itu ga mungkin. Seandainya loe tau.. kalo gue bakal selalu ada buat loe…. Selalu.

About Admin