Pemko Pekanbaru Kembali Tiadakan Festival Lampu Colok
Breaking News
Home » Berita » Berita Pekanbaru » Pemko Pekanbaru Kembali Tiadakan Festival Lampu Colok

Pemko Pekanbaru Kembali Tiadakan Festival Lampu Colok


Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali meniadakan Festival Lampu Colok. Hal ini merupakan kali kedua Pemko Pekanbaru tidak menggelar tradisi melayu ini.

Tidak adanya anggaran disinyalir menjadi alasan Pemko Pekanbaru meniadakan pelaksanaan festival lampu colok pada Ramadhan 1438 Hijriyah kali ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru, Hermanius, Senin (19/6). Dikatakan olehnya bahwa saat ini kondisi keuangan Pemko tidak memungkinkan.

Lebih lanjut ia menjelaskan dalam dua tahun terakhir Kota Pekanbaru sedang mengalami krisis keuangan sehingga beberapa program kegiatan, yang mana salah satunya festival lampu colok dicoret.

Meski demikian, Hermanius mengakui bahwa pihaknya selalu mengusulkan tradisi melayu tersebut dalam mata anggaran tiap tahunnya.

Bahkan anggaran tradisi tahunan ini telah masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru. Namun karena uang di kas daerah tidak ada, sehingga dananya itu tidak bisa diminta.

Festival lampu colok merupakan tradisi masyarakat melayu di Kota Pekanbaru sejak dulu dalam menyambut Lailatul Qadar. Oleh Pemko Pekanbaru, tradisi ini digelar tiap malam 27 Ramadhan.

Untuk diketahui bahwa pada festival ini ada ribuan lampu colok dengan bahan bakar minyak tanah yang ditampilkan dengan aneka desain di ruangan terbuka.

Lampu coloknya tidak saja untuk penerangan jalan, namun juga dibuat pola bergambar seperti perahu lancang kuning, jembatan dan mesjid.

About Said Zaki

hanya orang waras yang ngaku gila, karena tidak ada orang gila yang ngaku gila. yang ada orang gila ngaku waras, makanya jika ada orang ngaku waras, maka ia sudah gila