Musim Penghujan, Kebutuhan Listrik Riau Menurun

10

100_0802

Hujan yang turun dalam beberapa pekan terakhir, menyebabkan kebutuhan energi listrik di berbagai wilayah kabupaten/kota di Riau menurun. Demikian seperti yang dijelaskan oleh Deputi Manager dan Humas PLN WRKR Sarno, Selasa (4/11).

Menurutnya, hal tersebut justru menguntungan PLN karena dapat melakukan penghematan energi saat akan memasuki musim kemarau mendatang. Karena ketika musim hujan debit air di waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kotopanjang akan terus meningkat.

Biasanya kebutuhan listrik pada malam hari mencapai 500 Mega Watt (MW), namun semenjak memasuki musim hujan, kebutuhan energi tersebut berkurang menjadi 430 hingga 450 MW. Ini berarti terjadi penghematan sekitar 50 hingga 70 MW tiap malamnya.

Ia menjelaskan adanya beberapa faktor yang menyebabkan turunnya konsumsi energi listrik, salah satunya pengurangan penggunaan mesin pendingin (AC) dan kipas angin.

Sementara saat siang hari, konsumsi energi listrik di bawah 400 MW karena aktivitas lebih banyak di tempat-tempat tertentu seperti swalayan, perkantoran dan lainnya.

Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa pihaknya tetap mengantisipasi hal-hal buruk yang terjadi pada musim hujan saat ini. Seperti rusaknya jaringan listrik akibat tertimpa pohon tumbang dan travo yang terbakar akibat tersambar petir.

Sehingga perlu adanya upaya patroli rutin untuk mengantisipasi dan perbaikan secepatnya jika terjadi peristiwa tersebut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memperkirakan seluruh wilayah kabupaten/kota di Riau masih berpeluang hutan berintensitas ringan-sedang.

Sumber: mediacenter.riau.go.id