Musda 2 Kabupaten "Deadlock", Ini kata Pengurus KNPI Riau
Home » Berita » Musda 2 Kabupaten “Deadlock”, Ini kata Pengurus KNPI Riau

Musda 2 Kabupaten “Deadlock”, Ini kata Pengurus KNPI Riau


logo-knpi2

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau menepis berbagai tuduhan tak berdasar yang dialamatkan langsung ke pengurus DPD I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau.

Tuduhan tersebut menurut Wakil Sekretaris Bidang Organisasi KNPI Provinsi Riau, Nofri Andri Yulan, terkesan mengada-ada. Justru, seharusnya pihak yang merasa dirugikan lebih dewasa dalam menghadapi dinamika politik yang berkembang.

Sebagaimana diketahui tuduhan melakukan intervensi, muncul dipermukaan ketika Musyawarah Daerah (Musda), KNPI Kabupaten Pelalawan, pada hari Senin sampai Selasa (16-17/11) tidak menghasilkan keputusan dan kesepakatan alias deadlock.

“Yang bermain itu oknum. Bukan pengurus KNPI Provinsi,” tegas Nofri Andri Yulan.

IMG_3318a

Masih menurut Nofri Andri Yulan, deadlock adalah dinamika forum. Jadi KNPI Provinsi bukan gagal melaksanakan musda. Hanya saja, musda KNPI di kabupaten Pelalawan tidak menghasilkan keputusan. Namun, pengurus KNPI Provinsi berjanji akan segera kembali menggelar musda secepatnya.

“Karena suasana sidang waktu itu tidak kondusif lagi ya kita ambil alih. Kedepan kita berharap tidak terjadi lagi deadlock. Akan kita dudukkan kembali melalui musyawarah. Supaya gelaran pemilihan ketua KNPI kabupaten Pelalawan berjalan sukses dan damai,“ kata Nofri Andri Yulan di Pekanbaru, Kamis (19/11).

Seperti diketahui belum lama ini, pada bulan Oktober yang lalu pelaksanaan Musda KNPI di Kabupaten Rokan Hilir juga mengalami peristiwa yang sama, tidak menghasilkan keputusan dan atau belum terpilih kembali ketua KNPI kabupaten Rokan Hilir.

Namun Nofri Andri Yulan mengaku tidak mempersoalkan deadlock yang terjadi di 2 kabupaten, Rokan Hilir dan Pelalawan. Menurut dia, deadlock yang terjadi di 2 kabupaten itu menggambarkan ciri pemuda yang punya dinamika tinggi. Pemuda yang progresif dan berani.

Sejak Ari Nugroho Arsadianto menjadi Ketua DPD KNPI Provinsi Riau, KNPI di Kabupaten/Kota mulai melihatkan gairah sebagai organisasi pemuda.

KNPI Provinsi Riau membuka ruang bagi tokoh muda untuk menjadi Ketua. Setiap Musda KNPI Kab/Kota terlaksana secara demokratis.

Bahkan tahapan-tahapan seperti Pendaftaran OKP dan calon diberikan ruang untuk berpartisipasi secara aktif. KNPI sudah mulai menjadi organisasi yang dicintai oleh para pemuda untuk berhimpun.

“KNPI sekarang sudah mulai dilirik oleh elit-elit politik, tokoh masyarakat, pengusaha, Ormas, bahkan kepala daerah. Ini membuktikan KNPI mulai mewarnai kehidupan politik di daerah dan melihatkan kebesaran organisasi bernama KNPI. Ini hal yang menarik,” ujar Nofri Andri Yulan.

Dinamika politik yang berkembang di KNPI, tutur Nofri membuat partisipasi pemuda makin meningkat, antusias OKP kembali hidup dan kembali semangat untuk berorganisasi. Bagi para pemuda Ber KNPI Memberikan pembelajaran politik yang matang.

Dan, menjadi ketua KNPI butuh perjuangan. “Tidak semudah yang dibayangkan untuk menjadi ketua KNPI. Karena itu bagi calon ketua harus serius, konsistensi, siap berjuang,”. Dinamika yang terjadi di KNPI menunjukan itulah KNPI. terangnya.

Sementara itu, Yopi Pranoto, Koordiantor bidang politik dan kebijakan publik KNPI Provinsi Riau menilai kekosongan pemimpin yang terjadi di KNPI kabupaten Rohil dan Pelalawan akan membahayakan roda organisasi. Menurutnya, kevakuman organisasi berujung pada matinya kegiatan-kegiatan kepemudaan.

About Gilang Mahardhika

Speak the truth even if your voice shakes.