Mau Bijak Jadi Mahasiswa Baru, Yuk Baca Ini!

24

Rasanya menjadi seorang mahasiswa baru (Maba) itu adalah hal yang paling rempong pada saat akan memasuki dunia perkuliahan.

Apalagi bagi mahasiswa baru yang berasal dari luar kota atau bahkan dari luar provinsi. Harus diantar keluargalah, harus cari kenalan yang bisa mengenalkan kampus lah, dan lain sebagainya.

Ada banyak maba-maba yang manja, apa-apa bergantung pada orang tua terutama ibu. Mulai dari masak, nyuci, bersihkan rumah, beli peralatan, ke pasar dan lainnya.

Namun semua itu akan berubah seketika menginjak masa menjadi seorang maba. Menjadi maba itu ada banyak hal yang perlu dipersiapkan terutama masalah mental.

Harus siap menerima kenyataan kalau apapun yang dikerjakan sendirian, sosialisasi dengan lingkungan baru, tempat tinggal baru, suasana baru dan apa-apa serba baru.

Namun, ada hal yang mesti diingat, ada yang wajib dilakukan ada pula yang tidak penting dilakukan. Akan tetapi karena gengsi dan ketidaktahuan semua menjadi lebih ribet dan rumit. Misalnya rasa ingin tahu gaya mahasiswa seperti apa jadi membeli semua dengan terburu-buru padahal itu tidak penting.

Ingat ya Encik dan Puan yang baru berstatus sebagai maba, mengatur keuangan pada masa awal kuliah itu penting sekali! Ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan.

Jangan hanya sekedar ngikutin ego dan menghabiskan uang secara percuma. Masa kuliah adalah masa banyak membutuhkan uang, terutama mengerjakan tugas serba print dan fotokopi.

Berikut ini mari kita berbagi berbagai tips bijak menjadi seorang mahasiswa baru, baik berasal dari luar kota, atau bahkan luar provinsi:

Tempat Tinggal

Hal pertama yang mesti dipilih ketika menjadi maba yaitu tempat tinggal. Tempat tinggal atau lokasi kos harus benar-benar nyaman, sesuai dengan budget.

Tidak masalah tidak disediakan peralatan di dalamnya, karena semua bisa dibeli sesuai dengan berjalannya waktu. Untuk di awal beli saja barang seperlunya seperti tikar, bantal, piring seadanya.

Selain itu, usahakan kos yang dekat kampus, jadi lebih hemat dari segi tenaga dan minyak motor atau bila perlu berjalan kaki ke kampus, gengsi jalan kaki? Tidak dong ya, malahan sangat bagus bagi kesehatan, karena membakar lemak dan menjadi sehat.

Perihal kos-kosan, Encik dan Puan harus memilih kos yang memiliki sistem keamanan yang memadai. Minimal setiap kaca dan pintu itu memiliki teralis, atau bila perlu memiliki CCTV. Jadi barang-barang Encik dan Puan bisa aman terutama kendaraan seperti sepeda motor.

Barang Keperluan Kos dan Perlengkapan Kuliah

Oh iya, untuk barang-barang atau isi di dalam kos-kosan, Encik dan Puan bisa membeli barang yang mudah diangkat, seperti beli lemari yang bisa dibongkar pasang, kasur santai yang mudah dilipat. Hal ini untuk meminimalisir keribetan jika pindah kos, kan tidak ada yang bisa menjamin kalau Encik dan Puan selamanya di kos yang sama. Intinya, belilah peralatan seperlunya!!!

Untuk perlengkapan kuliah, seperti pakaian, tas, dan sepatu, Encik dan Puan tidak mesti galau tidak punya yang baru, karena zonanya kuliah tidak memikirkan hal itu lagi.

Kalau barang yang lama masih bisa dipakai kenapa tidak digunakan, buat apa-apa buang-buang uang untuk hal yang tidak penting bukan? Bergayalah sesimpel mungkin dan tentunya sesuai kondisi kantong ya Encik dan Puan. Hehe

Tetap Membumi

Menjadi Maba, hal ingin tahu tentang dunia perkotaan pasti meningkat ya Encik dan Puan, terutama yang berasal dari luar daerah. Pengen coba ini dan itu, nongki disini, makan di situ, dan sebagainya.

Tapi mesti diingat, tujuan ke kota adalah menuntut ilmu bukan menjadi orang-orang hits. Toh buktinya kalau pulang kampung bukan ditanya sudah makan di sini? Sudah pernah ke tempat ini kan?

Tapi tanamkan dalam diri, perubahan positif apa yang akan Encik dan Puan berikan untuk kampung terutama orangtua. Jadi jangan salah kaprah ya para mahasiswa baru. Ingin tahu boleh, tapi tidak mesti semua dilakukan dalam waktu serba cepat.

Bijak Dalam Memilih Teman

Hal lainnya yang tidak kalah penting adalah dalam memilih pertemanan. Bukan bermaksud untuk menyuruh Encik dan Puan pilih-pilih dalam berteman, tapi memilih teman yang sepemikiran yang mengerti keadaan itu sangat sangat sangat penting.

Banyak sekali orang yang berteman akrab, ke mana-mana bareng, ini itu bersama. tapi dalam hal susah nya Encik dan Puan jarang teman yang akan mengerti.

Maka dari itu, pilihlah teman yang betul-betul teman, yang tidak hanya menjerumuskan Encik dan Puan ke pergaulan yang negatif tapi membawa pengaruh baik dalam diri.

Kenali Kampus

Yang terakhir, mulailah mencari informasi seputar kampus ya Encik dan Puan maba, terutama organisasi yang ada di kampus. Berusahalah untuk mengikuti organisasi yang sesuai minat dan bakat. Organisasi juga menjadi bagian terpenting dalam menggapai mimpi Encik dan Puan sekalian.

Selamat membaca ya Encik dan Puan, semoga bisa memberi gambaran hal apa yang mesti dipersiapkan sebagai seorang maba, tidak hanya berangkat dari kampung sampai ke tempat baru kuliah, nongki lalu pulang.