LAM Peringati Setahun Tenas Effendy Meninggal - InfoPKU
Home » Melayu » LAM Peringati Setahun Tenas Effendy Meninggal

LAM Peringati Setahun Tenas Effendy Meninggal


5tenas_effendy

Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau berencana untuk menggelar berbagai acara untuk mengenang setahun wafatnya Tenas Effendy pada 28 Februari 2015 yang lalu.

Al Azhar, Ketua LAM Riau mengatakan bahwa ada 10 kegiatan acara yang akan diadakan untuk mengisi peringatan setahun wafatnya budayawan Riau ini.

Kesepuluh kegiatan acara yang akan diadakan pada tanggal 15 Februari hingga 15 Maret 2016 ini antara lain:

  1. Pameran karya budaya
  2. Kuliah umum budaya
  3. Diskusi mengenai bahasa dan pemikiran
  4. Pentas seni budaya
  5. Majelis adat mengenang Tenas Effendy
  6. Majelis kenduri arwah
  7. Dialog budaya
  8. Kesaksian Kesenian OK Nizami Jamil,
  9. Dialog lintas budaya multikultural sebagai perekat perpaduan antar etnik di Riau,
  10. Belia lintas etnik.

Kegiatan yang akan dilaksanakan di Gedung Perpustakaan Soeman HS di Jalan Sudirman Pekanbaru ini juga dijadwalkan akan dihadiri oleh budayawan dari negeri tetangga.

Bulan Februari ini sendiri menurutnya, dikhususkan untuk mengenang almarhum Tenas Efendy yang sudah banyak mengeluarkan karya-karya budayanya.

Bukan hanya di Riau saja, disebutkan oleh Al Azhar bahwa ada 119 buku karya almarhum yang juga dapat dijumpai di beberapa negera tetangga, seperti di Singapura, Malaysia, Brunei dan Thailand.

Adapun hasil karya tersebut akan dipamerkan, kemudian juga ada desain budaya hasil karya almarhum seperti purna MTQ dan di Balai Adat.

Kegiatan mengenang Tenas Effendy ini juga akan diisi dengan aneka kegiatan pameran dari kebudayaan yang ada di Riau, diantaranya ada persembahan dari etnis Tionghoa, etnis Jawa, etnis Batak, serta etnis Minang di Riau.

Dikatakan oleh Al Azhar bahwa dari keluarga Tenas Effendy sendiri tidak keberatan. Bahkan pihak keluarga memberi masukan serta mendukung berkas-berkas untuk dipamerkan dalam acara mengenang setahun meninggalnya Tenas Effendy.

About Said Zaki

hanya orang waras yang ngaku gila, karena tidak ada orang gila yang ngaku gila. yang ada orang gila ngaku waras, makanya jika ada orang ngaku waras, maka ia sudah gila