Daftar Harta Kekayaan Calon Wali Kota & Wakil Wali Kota Pekanbaru - InfoPKU
Breaking News
Home » Berita » Berita Pekanbaru » Daftar Harta Kekayaan Calon Wali Kota & Wakil Wali Kota Pekanbaru

Daftar Harta Kekayaan Calon Wali Kota & Wakil Wali Kota Pekanbaru


Para calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru menyampaikan daftar harta kekayaan dihadapan pihak KPK RI di Balai Serindit, Kompleks Rumah Dinas Gubernur Riau, Jalan Diponegoro, Kamis (8/12).

Adapun pelaporan daftar harta kekayaan ini sendiri terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Pekanbaru yang akan berlangsung pada bulan Februari tahun 2017 mendatang.

Berdasarkan pelaporan tersebut, diketahui bahwa calon Wali Kota dengan nomor urut 2, Herman Nazar S.H., M.Si, memiliki kekayaan paling besar dibandingkan dengan calon lainnya.

Sementara itu Dr. Irvan Herman yang merupakan calon Wakil Wali Kota dengan nomor urut 4, memiliki kekayaan paling sedikit diantara para calon lainnya.

Berikut ini Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Pekanbaru:

Pasangan dengan nomor urut 1:
Dr. H. Syahril S.Pd., M.M memiliki total kekayaan sebesar Rp2.004.549.785
H. Said Zohrin S.H., M.H memiliki total kekayaan sebesar Rp12.290.018.754

Pasangan dengan nomor urut 2:
Herman Nazar S.H., M.Si memiliki total kekayaan sebesar Rp38.248.128.531
Defi Warman M.Pd memiliki total kekayaan sebesar Rp721.798.197

Pasangan dengan nomor urut 3:
Dr. H. Firdaus S.T., M.T memiliki total kekayaan sebesar Rp6.938.252.207
Ayat Cahyadi S.Si memiliki total kekayaan sebesar Rp1.730.125.916

Pasangan dengan nomor urut 4:
Dr. M. Ramli S.E. M.Si memiliki total kekayaan sebesar Rp4.621.352.610
Dr. Irvan Herman memiliki total kekayaan sebesar Rp424.500.483

Pasangan dengan nomor urut 5:
Drs. H. Dastrayani Bibra, M.Si memiliki total kekayaan sebesar Rp1.708.041.186
H. Said Usman Abdullah memiliki total kekayaan sebesar Rp5.738.641.347

About Said Zaki

hanya orang waras yang ngaku gila, karena tidak ada orang gila yang ngaku gila. yang ada orang gila ngaku waras, makanya jika ada orang ngaku waras, maka ia sudah gila