Category Archives: #beritaRIAU

Rabu ini Jokowi Blusukan ke Riau

jokowiB

Presiden Jokowi direncanakan akan “blusukan” ke Riau pada Rabu (26/11/) ini, kata  Kepala Biro Humas Pemprov Riau, Yose Rizal Zein, Senin (24/11), seperti yang dilansir oleh Riau Aksi.

Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, menuturkan, demi pengamanan Presiden Jokowi, Polda Riau telah menyiapkan sebanyak 1.700 personil dari berbagai kesatuan ke seluruh kawasan yang akan dilalui Jokowi. Demikian yang dilansir oleh Go Riau.

Adapun agenda blusukan Jokowi di Riau terkait kebakaran lahan di Riau. Begitu sampai di Lapangan Udara (Lanud) Roesmin Noerjadin pukul 12.00 Wib, Jokowi dijadwalkan akan langsung naik helikopter ke Sungai Tohor, yang terletak di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Setelah berdialog dengan warga setempat, Jokowi pulang kembali ke Pekanbaru memantau lewat udara di atas kawasan Cagar Biosfer Giam Siak. Begitu tiba di Pekanbaru, Jokowi dijadwalkan akan “blusukan” ke pasar bawah. Kunjungan Jokowi di Riau tidak memakan waktu satu hari, karena setelah “blusukan” beliau langsung kembali ke Jakarta.

Riau Alami Puncak Hujan Di Desember

Sumber: Riau Pos
Sumber: Riau Pos

Intensitas hujan yang melanda kawasan Riau akan mengalami puncaknya pada bulan Desember nanti. Demikian yang telah disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Said Saqlul Amri, seperti yang kami kutip dari mediacenter.riau.go.id.

Ia mengingatkan kepada masyarakat agar mewaspadai puncak musim hujan pada Desember nanti, khususnya terhadap ancaman banjir dan angin kencang.

Menurut penjelasannya, pihak BPBD telah berkordinasi dengan Kabupaten dan Kota di Riau serta melaporkan persoalan banjir yang saat ini terjadi di Riau kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta.

Sehingga kedepannya jika ada kebutuhan yang tidak bisa ditangani Provinsi maupun Kabupten/Kota, Pusat dapat langsung memberikan bantuan ke Riau.

Pemprov Benahi Pariwisata di Riau

Sebelumnya, saat pembukaan Riau Expo 2014 yang lalu, Arsyadjuliandi Rachman yang saat itu masih Wakil Gubernur Riau sempat mengatakan akan membenahi objek wisata di Riau.

Hal tersebut dibuktikan dari keseriusan Pemerintah Provinsi Riau dalam membenahi sejumlah objek wisata andalan Riau. Diharapkan dapat menjadi magnet yang lebih kuat menarik para wisatawan luar daerah dan mancanegara.

Sejumlah objek wisata andalan yang akan dibenahi antara lain Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar, Wisata Ombak Bono di Pelalawan, Muara Sungai Rokan, Tepian Sungai Siak, wisata bakar tongkang di Rokan Hilir dan pacu jalur di Kabupaten Kuantan Singingi.

Ia menyatakan akan membenahi semua objek wisata tersebut, dengan harapan agar objek wisata tersebut semakin ramai dikunjungi oleh para wisatawan sehingga dapat menambah pendapatan daerah dan masyarakat sekitarnya.

e1a3b5b0dda407ab0f7c36x7h-2383

Pemprov Riau akan berupaya mengembangkan akses jalan dua jalur ke Candi Muara Takus.

Tempat Wisata Di Riau - Objek Wisata Bono

Demikian pula dengan Bono, Pemprov akan membangun infrastruktur yang dibutuhkan wisatawan. Apalagi saat ini Bono sudah mulai menjadi perhatian masyarakat dunia.

bakar-tongkang1

Untuk objek wisata Bakar Tongkang di Rokan Hilir ini memang cukup banyak menyedot wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Sehingga akan terus dikembangkan agar lebih banyak lagi wisatawan menyaksikan iven tahunan ini.

Sumber: mediacenter.riau.go.id

Riau Mulai Masuki Puncak Hujan

xlarge_FEB-lingkungan-hujan-di-riau-ilustrasi-istimewa

Memasuki musim puncak hujan di Riau, banjir dan angin kencang melanda Riau, khususnya untuk Riau bagian barat. Demikian pernyataan dari  Ibnu Amiruddin, salah seorang analis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru.

Dijelaskan olehnya, peluang hujan mulai sore, malam atau dini hari dengan intensitas sebagian ringan dan sebagian besar hujan sedang.

Di wilayah Riau bagian Barat (Kabupaten Kampar, Kabupaten Kuantan Singingi dan sebagian besar Rokan Hulu serta di bagian barat Kabupaten Rokan Hilir) berpeluang besar terjadi hujan intensitas sedang, lanjutnya.

Seperti yang diketahui, pada Kamis (13/11) yang lalu, musibah banjir melanda Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu yang mengakibatkan ribuan rumah yang berada di dua kabupaten itu terendam.

Sumber: mediacenter.riau.go.id

Dana Bantuan Pendidikan dari Pemprov Riau Segera Dibagikan

106721381-beasiswa

Pemprov Riau melalui Biro Kesra Setdaprov Riau telah mengumumkan bantuan pendidikan Strata Satu (S1) tidak mampu sejak tanggal 3 November yang lalu.

Bagi para calon penerima bantuan pendidikan tersebut diminta untuk melengkapi persyaratan paling lambat pada tanggal 24 November mendatang. Demikian seperti yang telah disampaikan oleh Kepala Biro Kesra melalui Kabag Administrasi Pendidikan dan Agama Anshari Kadir, Minggu (16/11).

Adapun persyaratan tersebut antara lain:

  1. Membuat surat permohonan pencairan dana tahun 2014 dengan rincian penggunaan dana sesuai dengan jumlah yang disertai materai Rp 6.000.
  2. Melampirkan foto copy proposal permohonan usulan dana 2013.
  3. Proposal pencairan dibuat rangkap dua serta membawa enam lembar materai 6.000.
  4. Menyertakan surat keterangan aktif kuliah dari universitas (asli), foto copy KTP serta foto copy Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).
  5. Surat pernyataan tidak menerima bantuan beasiswa dari pihak mana pun dengan melampirkan materai Rp 6.000.
  6. Transkip nilai, surat keterangan tidak mampu dari lurah/camat. Pas foto 3X4 berwarna dua lembar.
  7. Membuat rincian anggaran biaya pendidikan sesuai dengan jumlah nominal yang diterima pada daftar pengumuman.

Anshari menjelaskan bahwa dana yang  dicairkan adalah bantuan pendidikan tidak mampu, bukan beasiswa pendidikan. Sebanyak 4.806 calon penerima bantuan pendidikan untuk S1 tidak mampu Provinsi Riau 2014 dengan pagu sebesar Rp16 miliar lebih.

Calon penerima terdiri dari mahasiswa dalam dan luar provinsi Riau, dimana mahasiswa di luar provinsi mendapatkan Rp3 juta. Sedangkan untuk mahasiswa dalam provinsi sebesar Rp3,5 juta.

Untuk calon penerima luar provinsi yang tidak bisa hadir, dapat meminta perwakilan dari salah seorang keluarga yang tercatat di catatan Kartu Keluarga (KK) untuk menandatangani kwitansi pencairan.

Anshari berharap pada saat pencairan nanti tidak ada petugas yang memotong dana bantuan. Jika ada, ia meminta kepada calon penerima untuk mencatat identitas bahkan foto oknum tersebut agar dapat ditindak tegas. Demikian tutupnya.

Sumber: mediacenter.riau.go.id

30,4 Persen Kebutuhan Listrik Riau Dipasok EMP

Seng Gas EMG
Seng Gas EMG

PT Energi Mega Persada (EMP), sebuah perusahaan hulu minyak dan gas bumi saat ini telah memasok gas untuk memenuhi sekitar 30,4 persen dari 500 Megawatt (mw) total kebutuhan listrik di Provinsi Riau.

Seperti yang telah disampaikan Area Manager EMP Bentu Limited Arief Witjaksono, Kamis (6/11).

Berdasarkan perjanjian jual beli gas (PJBG), melalui EMP Bentu Limited, anak perusahaan EMP telah memasok gas sebesar 30 MMSCFD (setara listrik 140 MW) kepada PLN Pekanbaru.

Bahkan EMP juga memasok gas sebesar 3 MMSCFD (setara listrik 12 MW) kepada Perusahaan Daerah (PD) Tuah Sekata di Kabupaten Pelalawan.

Serta EMP Malacca Strait SA, salah satu anak perusahaan EMP yang lain, telah memasok gas sekitar 0,3 MMSCFD (setara 1,1 MW) melalui PLTMG Melibur di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Ia menjelaskan, EMP mampu memenuhi sekitar 152 MW dari total kebutuhan 500 MW dengan memasok gas kepada PLN dan PD Tuah Sekata.

Sementara untuk kebutuhan listrik di Kota Pekanbaru, gas EMP Bentu Limited mampu memenuhi sekitar 46,7 persen kebutuhan. Adapun pasokan gas EMP Bentu kepada PLN sekitar 30 MMSCFD (setara listrik 140 MW).

Berdasarkan penuturan Kepala Humas EMP Dahrul Hidayat, EMP berencana untuk menambah pasokan gas ke PLN. Sehingga pasokan gas ke PLN dimungkinkan akan mampu memenuhi lebih dari 50 persen total kebutuhan listrik di Pekanbaru.

Sumber: Okezone

Musim Penghujan, Kebutuhan Listrik Riau Menurun

100_0802

Hujan yang turun dalam beberapa pekan terakhir, menyebabkan kebutuhan energi listrik di berbagai wilayah kabupaten/kota di Riau menurun. Demikian seperti yang dijelaskan oleh Deputi Manager dan Humas PLN WRKR Sarno, Selasa (4/11).

Menurutnya, hal tersebut justru menguntungan PLN karena dapat melakukan penghematan energi saat akan memasuki musim kemarau mendatang. Karena ketika musim hujan debit air di waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kotopanjang akan terus meningkat.

Biasanya kebutuhan listrik pada malam hari mencapai 500 Mega Watt (MW), namun semenjak memasuki musim hujan, kebutuhan energi tersebut berkurang menjadi 430 hingga 450 MW. Ini berarti terjadi penghematan sekitar 50 hingga 70 MW tiap malamnya.

Ia menjelaskan adanya beberapa faktor yang menyebabkan turunnya konsumsi energi listrik, salah satunya pengurangan penggunaan mesin pendingin (AC) dan kipas angin.

Sementara saat siang hari, konsumsi energi listrik di bawah 400 MW karena aktivitas lebih banyak di tempat-tempat tertentu seperti swalayan, perkantoran dan lainnya.

Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa pihaknya tetap mengantisipasi hal-hal buruk yang terjadi pada musim hujan saat ini. Seperti rusaknya jaringan listrik akibat tertimpa pohon tumbang dan travo yang terbakar akibat tersambar petir.

Sehingga perlu adanya upaya patroli rutin untuk mengantisipasi dan perbaikan secepatnya jika terjadi peristiwa tersebut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memperkirakan seluruh wilayah kabupaten/kota di Riau masih berpeluang hutan berintensitas ringan-sedang.

Sumber: mediacenter.riau.go.id

UMP Riau Naik Jadi Rp1.879.000/Bulan

15(763)

Tahun depan, Upah Minimum Provinsi (UMP) Provinsi Riau naik dari sebesar Rp1.700.000 menjadi Rp 1.878.000/bulan. Adapun kenaikannya sebesar Rp178 ribu.

Adapun penetapan UMP ini dilakukan dalam sidang Dewan Pengupahan provinsi Riau, Rabu (29/10) kemarin. Demikian yang dijelaskan oleh Kepala Bidang Hubungan Industrial Syarat Kerja Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi Kependudukan (Disnakertransduk) Riau, Ruzaini, seperti yang dilansir oleh mediacenter.riau.go.id

Dijelaskannya bahwa penetapan UMP itu bukan melalui voting, tapi melalui musyawarah dan mufakat dengan memperhatikan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Provinsi Riau tahun 2014 sebesar Rp1.872.000, kemudian pencapaian KHL sebesar 103 persen.

“Semuanya sudah sepakat dengan angka tersebut,” ujar Ruzaini.

Perlu diketahui bahwa Dewan Pengupahan Provinsi Riau terdiri dari Disnakertransduk Riau, pihak perusahaan, Apindo dan juga serikat buruh.

Masuki Musim Penghujan, Titik Api Nol

Sumber: Riau Pos
Sumber: Riau Pos

Memasuki musim penghujan, membuat sepuluh titik panas (hotspot) yang sebelumnya terdeteksi oleh Satelit NOAA 18 menjadi hilang. Berdasarkan informasi dari Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, bahwa saat ini di Riau tak lagi terdapat titik panas.

Padahal, pada Sabtu (25/10) Satelit NOAA 18 mendeteksi 72 “hotspot” di daratan Pulau Sumatera dan sepuluh di antaranya berada di Provinsi Riau.

Adapun empat di antaranya berada di Kabupaten Siak yang meliputi Desa Dayun, Kecamatan Dayun ada satu titik, dan di Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas terdapat satu “hotspot”.

Satu titik panas di Desa Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib dan satu lagi di Desa Sam-sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

Sedangkan tiga “hotspot” di Kabupaten Kampar tepat di Desa Sungai Rambai, Kecamatan Kampar Kiri ada satu titik, dan dua lainnya berada di Desa Sungai Sarik, Kecamatan Kampar Kiri.

Sementara itu, dua titik panas lagi berada di Kabupaten Kuantan Singingi masing-masing di Desa Munsalo, Kecamatan Kuantan Tengah dan satu lagi di Desa Gunung Melintang, Kecamatan Kuantan Hilir.

Yang terakhir berada di Desa Telayap, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.

Ardhitama, salah seorang Analis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyatakan hujan pada Senin (27/10) sore melanda sebagian besar wilayah kabupaten/kota di Riau.

Ia menyebutkan, peluang hujan ringan-sedang saat ini hingga beberapa hari ke depan merata di berbagai wilayah kabupaten/kota di Provinsi Riau.

“Puncaknya diprediksi terjadi pada awal November dengan intensitas yang meningkat menjadi sedang-tinggi,” tutur Ardhitama seperti yang dilansir oleh mediacenter.riau.go.id.

Dia juga menyebutkan bahwa suhu udara rata-rata berkisar antara 22 derajat celsiun pada malam hingga dini hari dan mencapai 34 derajat pada siang hari.

#beritaRIAU BI Waspadai Peningkatan Temuan Uang Palsu di Riau

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Riau mewaspadai peredaran uang rupiah tidak asli di daerah itu yang cenderung meningkat.

“Temuan uang rupiah tidak asli sepertinya meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi di Riau,” kata Asisten Direktur Perwakilan Bank Indonesia (BI) Riau, M Abdul Madjid Ikram di Pekanbaru, Kamis.

Berdasarkan data BI, temuan uang palsu pada triwulan I/2013 tercatat mencapai 100 lembar. Sedangkan, nilai nominalnya mencapai Rp8,17 juta.

Menurut Abdul Madjid, jumlah temuan tersebut meningkat dibandingkan triwulan I tahun lalu yang mencapai 84 lembar dengan jumlah Rp5,43 juta.

“Terjadi peningkatan baik jumlah nominal maupun lembarnya,” katanya.

Ia merincikan, temuan uang palsu banyak berupa pecahan Rp100 ribu yang mencapai 64 lembar dengan jumlah Rp6,4 juta. Kemudian diikuti 35 lembar uang Rp50 ribu dengan jumlah Rp1,75 juta, dan satu lembar Rp20 ribu.

“Sangat disayangkan meningkatnya aktivitas ekonomi di Riau telah dimanfaatkan oleh penjahat,” ujarnya.

Ia mengatakan, sejauh ini BI berusaha menekan peredaran uang palsu dengan cara gencar melakukan sosialisasi ke daerah-daerah. Dengan begitu, masyarakat bisa secara otomatis membedakan uang asli atau palsu dengan cara 3D (dilihat, diraba, dan diterawang).

“Sedangkan, untuk modus penyebaran dan penegakan hukum untuk penindakan uang palsu, kita serahkan ke pihak kepolisian,” ujarnya. (Antara Riau)