Category Archives: #beritaRIAU

UMP Riau Naik Jadi Rp1.879.000/Bulan

15(763)

Tahun depan, Upah Minimum Provinsi (UMP) Provinsi Riau naik dari sebesar Rp1.700.000 menjadi Rp 1.878.000/bulan. Adapun kenaikannya sebesar Rp178 ribu.

Adapun penetapan UMP ini dilakukan dalam sidang Dewan Pengupahan provinsi Riau, Rabu (29/10) kemarin. Demikian yang dijelaskan oleh Kepala Bidang Hubungan Industrial Syarat Kerja Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi Kependudukan (Disnakertransduk) Riau, Ruzaini, seperti yang dilansir oleh mediacenter.riau.go.id

Dijelaskannya bahwa penetapan UMP itu bukan melalui voting, tapi melalui musyawarah dan mufakat dengan memperhatikan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Provinsi Riau tahun 2014 sebesar Rp1.872.000, kemudian pencapaian KHL sebesar 103 persen.

“Semuanya sudah sepakat dengan angka tersebut,” ujar Ruzaini.

Perlu diketahui bahwa Dewan Pengupahan Provinsi Riau terdiri dari Disnakertransduk Riau, pihak perusahaan, Apindo dan juga serikat buruh.

Masuki Musim Penghujan, Titik Api Nol

Sumber: Riau Pos
Sumber: Riau Pos

Memasuki musim penghujan, membuat sepuluh titik panas (hotspot) yang sebelumnya terdeteksi oleh Satelit NOAA 18 menjadi hilang. Berdasarkan informasi dari Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, bahwa saat ini di Riau tak lagi terdapat titik panas.

Padahal, pada Sabtu (25/10) Satelit NOAA 18 mendeteksi 72 “hotspot” di daratan Pulau Sumatera dan sepuluh di antaranya berada di Provinsi Riau.

Adapun empat di antaranya berada di Kabupaten Siak yang meliputi Desa Dayun, Kecamatan Dayun ada satu titik, dan di Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas terdapat satu “hotspot”.

Satu titik panas di Desa Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib dan satu lagi di Desa Sam-sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

Sedangkan tiga “hotspot” di Kabupaten Kampar tepat di Desa Sungai Rambai, Kecamatan Kampar Kiri ada satu titik, dan dua lainnya berada di Desa Sungai Sarik, Kecamatan Kampar Kiri.

Sementara itu, dua titik panas lagi berada di Kabupaten Kuantan Singingi masing-masing di Desa Munsalo, Kecamatan Kuantan Tengah dan satu lagi di Desa Gunung Melintang, Kecamatan Kuantan Hilir.

Yang terakhir berada di Desa Telayap, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.

Ardhitama, salah seorang Analis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyatakan hujan pada Senin (27/10) sore melanda sebagian besar wilayah kabupaten/kota di Riau.

Ia menyebutkan, peluang hujan ringan-sedang saat ini hingga beberapa hari ke depan merata di berbagai wilayah kabupaten/kota di Provinsi Riau.

“Puncaknya diprediksi terjadi pada awal November dengan intensitas yang meningkat menjadi sedang-tinggi,” tutur Ardhitama seperti yang dilansir oleh mediacenter.riau.go.id.

Dia juga menyebutkan bahwa suhu udara rata-rata berkisar antara 22 derajat celsiun pada malam hingga dini hari dan mencapai 34 derajat pada siang hari.

#beritaRIAU BI Waspadai Peningkatan Temuan Uang Palsu di Riau

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Riau mewaspadai peredaran uang rupiah tidak asli di daerah itu yang cenderung meningkat.

“Temuan uang rupiah tidak asli sepertinya meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi di Riau,” kata Asisten Direktur Perwakilan Bank Indonesia (BI) Riau, M Abdul Madjid Ikram di Pekanbaru, Kamis.

Berdasarkan data BI, temuan uang palsu pada triwulan I/2013 tercatat mencapai 100 lembar. Sedangkan, nilai nominalnya mencapai Rp8,17 juta.

Menurut Abdul Madjid, jumlah temuan tersebut meningkat dibandingkan triwulan I tahun lalu yang mencapai 84 lembar dengan jumlah Rp5,43 juta.

“Terjadi peningkatan baik jumlah nominal maupun lembarnya,” katanya.

Ia merincikan, temuan uang palsu banyak berupa pecahan Rp100 ribu yang mencapai 64 lembar dengan jumlah Rp6,4 juta. Kemudian diikuti 35 lembar uang Rp50 ribu dengan jumlah Rp1,75 juta, dan satu lembar Rp20 ribu.

“Sangat disayangkan meningkatnya aktivitas ekonomi di Riau telah dimanfaatkan oleh penjahat,” ujarnya.

Ia mengatakan, sejauh ini BI berusaha menekan peredaran uang palsu dengan cara gencar melakukan sosialisasi ke daerah-daerah. Dengan begitu, masyarakat bisa secara otomatis membedakan uang asli atau palsu dengan cara 3D (dilihat, diraba, dan diterawang).

“Sedangkan, untuk modus penyebaran dan penegakan hukum untuk penindakan uang palsu, kita serahkan ke pihak kepolisian,” ujarnya. (Antara Riau)

#beritaRIAU Riau Tertinggi Imput Data Sistem Database Dukungan Kebijakan Nasional (SDDKN)

Dalam melaksanakan Sistem Database Dukungan Kebijakan Nasional (SDDKN), yang diberikan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) RI, Propinsi Riau meraih peringkat pertama. Dan Riau kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. Hal tersebut di katakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika dan Pengolahan Data Elektronik (Diskominfo-PDE) Riau Ahmadsyah Harrofie, Kamis (23/5) di Kantor Gubernur Riau.

“Berdasarkan hasil evaluasi dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) RI, Riau menempati posisi pertama dalam menginput data base SDDKN. Ini terhitung Bulan Mei 2013 dengan presentase 19,21 persen,”Sebut Syah Harrofie.

Ahmadsyah menjelaskan, SDDKN ini merupakan salah satu instrumen yang dicanangkan Kemensetneg yang bertujuan untuk menyediakan data dan informasi yang berkualitas bagi pimpinan nasional.

“Jadi semua data yang kita himpun dari kabupaten/kota ini, kita sampaikan ke Kemensetneg. Selanjutnya, Pak Presiden bisa mengakses data ini, dalam rangka mengambil kebijakan pembangunan,” ujarnya.

Dijelaskan Ahmadsyah, ada delapan kriteria atau kelompok data dan informasi yang dilaporkan dalam SDDKN itu yakni, data umum (geografi, pemerintahan), ekonomi dan keuangan, infrastruktur, politik hukum dan keamanan, industri perdagangan, sumber daya alam, sosial budaya dan insidentil.

Ahmadsyah menyebutkan, Provinsi Riau sejak tahun 2011 selalu menempati posisi lima besar dari 33 provinsi yang melaporkan paling lengkap data base SDDKN ini ke Kemensetneg. Untuk posisi kedua dan ketiga ditempati Provinsi Jambi (17,94%) dan Provinsi Kalimantan Barat (17,73%). (Riau Terkini)

#beritaRIAU Riau Raih Satu Emas di OSN SMP Nasional

Kontingen Riau pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP, yang dilaksanakan di Batam, 15-21 Mei lalu berhasil mendulang satu medali emas. Ditorehkan oleh pelajar SMP Kalam Kudus, Dean Fanggolans (13) dari bidang fisika.

Dengan total, satu emas, satu perak dan dua perunggu, Riau pada ajang tersebut hanya mampu berada di tempat ketujuh secara nasional. Perolehan ini sama seperti tahun sebelumnya. “Tahun lalu dengan total lima medali tanpa emas. Dan alhamdulillah sekarang dengan empat medali kita mampu meraih medali emas,” ujar Kepala Bidang SMP Disdik Riau Sri Petri Haryanti.

Kontingen OSN SMP Provinsi Riau yang tiba di Pekanbaru, Selasa (21/5) petang disambut dengan pengalungan bunga oleh pihak sekolah dan Disdik Riau serta Disdik Pekanbaru. Sebab, empat medali yang diraih berasal dari siswa-siswi Pekanbaru.

Petri menambahkan, ke depan akan melakukan evaluasi lagi untuk bidang lomba lainnya sehingga Riau dapat meraih posisi lima besar tingkat nasional tahun depan. Karena memang, saat OSN tingkat provinsi digelar, para siswa diberikan semacam pelatihan guna memantapkan persiapan.

‘’Evaluasi untuk bidang-bidang yang diikuti akan kita benahi terus. Sehingga kedepan ada perbaikan dan peningkatan prestasi,” kata Petri.

Sementara itu, Dean yang berhasil mengharumkan Riau dengan satu emas dari bidang fisika mengaku senang dan bangga. Karena semua materi soal dan praktek yang dipertandingkan jauh lebih mudah dibandingkan pada OSN tingkat nasional di Pontianak tahun sebelumnya.

‘’Katagori seperti mekanika, pengetahuan bunyi, listrik, suhu dan optik menjadi hal yang harus saya kuasai. Tentunya bangga,” sebut Dean.

Menurutnya, siswa dari Jateng dan Jatim merupakan lawan yang cukup berat. Namun melalui latihan dan belajar rutin, ia mampu menorehkan prestasi terbaik.

Medali lainnya untuk peroleh perak disumbangkan pelajar SMP Dharma Yudha untuk bidang matematika atas nama Hopein Christofen Tang. Sementara dua perunggu dari siswa SMP Dharma Yudha bidang Fisika atas nama Feby Eliana Tengry, dan pelajar SMP Cendana bidang Biologi Luqyana Mursyida Zahra. (Riau Pos)

#beritaRIAU Pemprov Riau Berencana Rapel Kenaikan Gaji PNS Juli Nanti

Pemerintah Provinsi Riau dipastikan akan membayarkan secara rapel untuk kenaikan gaji pegawai negeri sipil. Pasalnya, Peraturan Pemerintah nomor 22 Tahun 2013 tentang kenaikan gaji itu, baru keluar April 2013. Padahal, kenaikan gaji berlaku sejak Januari 2013.

“Pastinya harus dibayarkan dengan cara dirapel untuk gaji Januari sampai Juli nanti. Karena kemungkinan anggaran perubahan bisa disahkan Juli nanti,” ujar Kepala Biro Keuangan Setdaprov Riau, Jonli, Selasa (21/5/2013).

Diberitakan sebelumnya, pemerintah menaikkan gaji pegawai negeri sipil. Kenaikan rata-rata pada kisaran 7 persen. Besaran kenaikan berbeda pada tiap golongan pegawai.

Kenaikan gaji itu, mengacu pada peraturan pemerintah nomor 22 tahun 2013.

“Pemerintah daerah tentu harus mengakomodir peraturan yang terbit April lalu itu. Pastinya kami perlu merubah alokasi anggaran di APBD, di anggaran perubahan nantinya,” ujar Kepala Biro Keuangan Setdaprov Riau, Jonli.

Sementara itu, ia membenarkan, kemarin telah berlangsung pertemuan awal antara Banggar DPRD Riau dengan tim anggaran pemerintah daerah Provinsi Riau.

Pertemuan itu termasuk membahas kemungkinan pembahasan anggaran perubahan terkait tidak adanya pejabat sekretaris daerah Riau.

“Pada prinsipnya pertemuan kemaren itu baru pertemuan awal. Belum masuk teknis. Kami tetap jalankan apa yang bisa dilaksanakan, mana tau nanti jelang pembahasan sudah ada pejabat sekda,” ujar Jonli. (Tribun Pekanbaru)

#beritaRIAU Pengumuman UN SMA 24 Mei

Ketua penyelenggara Ujian Nasional (UN) tahun 2013 Provinsi Riau, Sri Petri Haryanti SPd menegaskan sampai saat ini belum ada informasi terkait pengumuman hasil UN SMA/MA/SMK. Berdasarkan jadwal semula, hasil UN akan diumumkan pada tanggal 24 Mei mendatang.

“Belum ada perubahan. Artinya pengumuman tetap dilakukan tanggal 24 Mei mendatang,” ungkap Petri, Senin (20/5). Menurut dia, panitia juga telah mengirimkan hasil pemindaian lembar jawaban peserta ke pusat. Pengiriman telah dilakukan pekan lalu.

Petri memperkirakan, dalam satu hingga dua hari kedepan akan ada pemberitahuan dari panitia pusat. Selanjutnya, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau menjemput langsung ke pusat. Sehari jelang pengumuman, hasil UN diperkirakan sudah di tangan panitia provinsi.

Jelang pengumuman, Disdik akan menggelar pertemuan dengan Disdik kabupaten/kota. Kegiatan tersebut sekaligus untuk serahterima hasil UN ke daerah. Sesuai jadwal yang ditetapkan, barulah Disdik kabupaten/kota menyerahkan hasil UN ke sekolah untuk diumumkan.

Sementara itu, ditanya tentang pengumuman UN SMP/MTs, Petri juga memastikan belum ada perubahan dari jadwal semula yaitu, tanggal 1 Juni mendatang. Petri juga menuturkan, proses pemindaian lembar jawaban UN SMP/MTs masih belum selesai 100 persen.

Saat ini, masih ada sekitar tiga hingga empat sekolah lagi yang lembar jawaban UN-nya belum dipindai. Tapi Petri menegaskan jumlahnya tidak sampai lima persen. Karena itu dia yakin pemindaian dapat selesai sesuai jadwal
.
Ada beberapa hal yang menyebabkan proses pemindaian sempat terganggu. Diantaranya ada lembar jawaban yang kotor. Disamping itu, ada lembaran yang tidak rata pemotongannya. Sehingga memperlambat prose pemindaian. Sementara, terkait banyaknya lembar jawaban yang di-fotokopi, Petri yang juga Kepala Bidang SMP Disdik Riau ini menganggap bukan suatu masalah. Karena khusus lembar jawaban fotokopian, panitia menggunakan alat scan image. (Tribun Pekanbaru)

#beritaRIAU Highway Pekanbaru-Bangkinang Dimulai

Seperti yang telah direncanakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau mulai melaksanakan pembangunan highway Pekanbaru-Bangkinang. Alat berat dan proses pengaspalan dengan menerapan sistem rigid pavement sudah terlihat di lapangan.

Kondisi itu diketahui dari hasil peninjauan di lokasi pengerjaan di Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang, Senin (20/5). Proses pelebaran dan pengaspalan sudah dimulai dari sisi kanan dan kiri jalan.

Cuaca panas terik siang itu, tidak menghalangi pekerja di lapangan untuk melaksanakan pengerjaan sarana transportasi itu. Beberapa alat berat terlihat meratakan sisi jalan yang akan diaspal dengan lebar 2 x 11,5 meter itu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau, SF Hariyanto saat dikonfirmasi mengatakan pembangunan highway Pekanbaru-Bangkinang sudah dimulai beberapa hari yang lalu. Pihaknya, siap mengawal proses pengerjaan agar berjalan seperti yang telah direncanakan.

‘’Lihatlah, proses pengaspalan sudah mulai dilakukan. Pembangunan akan terbagi dua tahap. Yakni tahap A sepanjang 600 meter dengan lebar 2 x 11,5 meter dan tahap B sepanjang 350 meter dengan lebar 2 x 11,5 meter,’’ tuturnya, Senin (20/5) di lokasi pembangunan highway.

Dengan progres itu, pihaknya akan kembali mengajukan progres lanjutan di APBD Perubahan 2013. Diharapkan, progres pengembangan sarana transportasi yang menyerupai jalan tol itu akan final sebelum Oktober ini.

Dia menambahkan, selama ini kawasan batas Pekanbaru-Bangkinang memang rentan kemacetan dan kecelakaan. Untuk itu, highway ini sengaja dikonsep bebas hambatan seperti tol dan tidak akan dipungut biaya.

Dari DED tersebut diketahui, satu ruas jalan dapat digunakan untuk tiga lajur kendaraan roda empat. Sedangkan untuk kendaraan roda dua dipersiapkan lajur khusus selebar 3,5 meter.

Sementara itu, pihak Kontraktor dari PT Hasrat Tata Jaya, Mukhlis Miin saat ditemui berjanji mengoptimalkan pengerjaan sesuai kontrak yang telah disusun. Pihaknya, akan bekerja secara maksimal dengan memanfaatkan waktu yang ada secara optimal.

Sedangkan untuk spesifikasi pengerjaan, dia mengatakan pembangunan akses transportasi itu akan menggunakan sistem rigid pavement. Di mana, jalan highway akan dibangun dengan tebal 30 centi meter dengan dilengkapi pembatas jalan menyerupai konsep jalan tol.

Untuk pengerjaan highway memang menerapkan sistem rigid pavement atau pengerasan kaku dengan menggunakan bahan baku beton. Sistem ini dinilai efektif dan memiliki kualitas yang maksimal. Bahkan penerapannya sudah sering diterapkan di beberapa negara tetangga, seperti di Filipina dan Thailand. (Riau Pos)

#beritaRIAU BPAD Luncurkan Riau Sejuta Buku

Riau Sejuk
Source from twitter: @jackjohn_

Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Provinsi selenggarakan peluncuran Riau Sejuta Buku (Riau Sejuk). Kegiatan ini ditaja bersempena peringatan Hari Kebangitan Nasional, Hari Pendidikan Nasional, Hari Buku Nasional dan Hari Perpustakaan Nasional. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 20 sampai dengan 25 Mei 2013 dibuka oleh Gubernur Riau M Rusli Zainal, Senin (20/5) di Auditorium Wan Ghalib Perpustakaan Soeman HS, Pekanbaru.

Gubernur Riau Muhammad Rusli Zainal, pada kesempatan itu mengajak agar masyarakat gemar menulis, timbulkan terus minat baca bagi anak-anak, dewasa dan orang tua. Ia menambahkan; setiap Instansi baik pemerintah maupun swata hendaklah memberi dukungan dan membantu bagaimana karya tulis yang ada dapat diterbitkan dan dapat dibaca oleh publik, dengan menggandeng Ikatan Penerbit Riau. Jika hal tersebut terlaksana bukan tidak mungkin sejuta buku akan mudah dicapai bahkan akan bisa mencapai dua juta buku. Menurut Gubernur Riau sejuta dan dua juta buku itu akan bisa diwujudkan jika pimpinan institusi ini mampu bekerja dan berkoordinasi baik dengan dinas / badan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau dan menggandeng pihak swasta. Ia masih ingat dengan program hibah sejuta buku yang telah dicanangkan beberapa waktu yang lalu. Kalau program ini digerakkan kembali Riau Sejuk ini akan mudah terrialisir. M Rusli Zainal menegaskan kembali kerja keras dan lakukan terobosan, Ia mencontohkan kalau buku buku terkait dengan soal perminyakan itu sudah ada Chevron Corner dilantai empat Perpustakaan Soeman HS ini, dan kedepan tentu kita minta pihak PT Chevron Pacific Indonesia Rumbai Pekanbaru untuk memberi perhatian dan tanggung jawabnya sebagai perusahaan yang bergerak di sektor perminyakan daerah daerah ini. Dan kalau buku buku masalah ekonomi tinggal kita melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia yang ada di sebelah pustaka ini. Dan gubernur juga minta kepada Kepala Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Provinsi Riau untuk mengundang dan mengkoordinasikan baik dilingkungan pemerintah Provinsi Riau maupun pihak swasta, Ia siap jadi penggerak dan motivator untuk itu, ujar Rusli Zainal.

Sementara ituTokoh Masyarakat Riau Dr (HC) Tennas Effendi dalam sambutannya menghimbau, agar Ikatan Penerbit Riau mau mendatangi Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Riau untuk menjemput karya anak bangsa yang ada di kabupaten dan kota, jika hal itu terjadi tidak mustahil ratusan bahkan ribuan buku akan dapat di terbitkan dalam satu tahun.

Peluncuran Riau Sejuk ini juga di hadiri Ketua Ikatan Penerbit Indonesia Lusi Andam Dewi, pada saat itu ia memberikan dukungan dan apresiasi atas terselenggaranya Riau Sejuta Buku ini, ia merespon apa yang telah disampaikan oleh tokoh masyarakat Riau Tenas Effendi dan akan berupaya untuk itu. Dan Ia mengungkapkan; nilai baca bangsa Indonesia masih rendah katanya; Ia mencontohkan satu buku dibaca empat orang, seharusnya empat buku dibaca oleh satu orang.

Sementara itu Kepala Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Provinsi Riau Chairul Rizki mengatakan; kegiatan yang bertema ” Banyak Buku, banyak Ilmu ” ini akan berlangsung sejak 20 sampai dengan 25 Mei 2013 ini akan dilaksanakan Bazar Buku, International Robotic Show, Lomba mewarnai, lomba menggambar, Baca tulis Arab Melayu, Hafal Al-qur’an, Vocal Group, seminar dan Bedah buku. Semua aktivitas ini dipusatkan di Perpustakaan Soeman HS Jalan Jend.Sudirman No. 642 Pekanbaru. (Riau Terkini)

#beritaRIAU Dinkes Riau Ingatkan Warga Waspada DBD

Aparat Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Riau, mengingatkan warga untuk mewaspadai terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) karena saat ini pergantian musim.

“Kami selalu mengingatkan kepada warga bahwa waspada terhadap penyakit DBD saat ini,” kata Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinkes Pemprov Riau, T. Zul Efendi, di Pekanbaru, Senin.

Pernyataan tersebut terkait, sejak tiga bulan terakhir ini pihaknya telah mencatat sekitar 250 warga yang tersebar pada 12 kabupaten dan kota di Riau terkena DBD dan mereka mendapatkan perawatan medis pada berbagai rumah sakit dan Puskesmas setempat.

Namun warga yang terbanyak terkena DBD yakni di Kabupaten Siak sebanyak 49 warga kemudian Kabupaten Kampar (43 warga), Kota Pekanbaru (33), Kota Dumai (26 ) dan Kabupaten Indragiri Hilir (18).

Kemudian penduduk yang terkena DBD yakni di Kabupaten Bangkalis sebanyak 29 warga, Kabupaten Rokan Hilir (10 warga) dan Kabupaten Kuantan Singingi (12).

Sedangkan selebihnya adalah warga Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, dan Rokan Hulu.

Khusus untuk Kabupaten Bengkalis pemerintah setempat menetapkan sebagai kasus luar biasa karena ada warga yang meninggal akibat gigitan nyamuk tersebut.

Pihaknya turut prihatin terhadap warga yang meninggal terkena DBD di Kabupaten Bengkalis dan petugas medis setempat menyatakan positif korban kena gigitan nyamuk aedes agepty.

Menurut dia, pada pergantian musim ini perkembanganbiakan nyamuk sangat cepat dan perlu warga waspada dengan pola hidup lingkungan bersih.

Sedangkan pemerintah daerah setempat menanggung biaya pengobatan bagi penderita DBD yang dirawat di berbagai rumah sakit pemerintah.

Pihaknya juga mengharapkan petugas setempat melakukan penyemprotan di rumah warga yang bila ada terkena DBD.