Bank Sampah Untuk Peduli Lingkungan
Home » Berita » Berita Pekanbaru » Bank Sampah Untuk Peduli Lingkungan
  • Dalang Collection

    Lokasinya terletak di Jalan Gajah Ujung No 33, Kelurahan Rejosari Kulim, Pekanbaru

  • Pengepul

    Sistem Bank Sampah sama seperti dengan pengepul, anggota yang aktif kini berjumlah 40 orang

  • Kerajinan

    Aneka kerajinan yang telah dihasilkan oleh Bank Sampah

  • Kunjungan

    Kunjungan dari para pelajar SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru

Bank Sampah Untuk Peduli Lingkungan


Di tiap kota terdapat Bank yang membantu masyarakat dalam mengurus keuangannya, namun di kota Pekanbaru, ada juga Bank yang lain, yaitu Bank Sampah.

Seperti yang kita ketahui, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Maka untuk itu diperlukan pengelolaannya berupa Bank Sampah.

Bank sampah yang bermula dari keinginan mendaur ulang ini sendiri terletak di Jalan Gajah Ujung No 33, Kelurahan Rejosari Kulim, Pekanbaru.

Lalu berdasarkan UU No. 08 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, maka pada tahun 2011, kegiatan mendaur ulang tersebut berkembang menjadi Bank Sampah dengan nama Dalang Collection.

Nama Dalang sendiri diambil dari singkatan “daur ulang”, bank sampah ini sendiri menjadi pelopor bagi Bank Sampah di Propinsi Riau, khususnya kota Pekanbaru.

Sebenarnya Bank Sampah wajib ada di tiap kabupaten/kota se-Indonesia, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 81 Tahun 2012. Namun jumlahnya masih sedikit, salah satu penyebabnya adalah kurangnya kesadaran masyarakat.

Hj. Soffia Seffen SH, selaku ketua dan pemilik Bank Sampah “Dalang Collection” Pekanbaru menjelaskan tujuan bank sampah ini mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah.

“Masyarakat harus mulai mengelola sampahnya dari berbagai sumber sebelum dibuang, karena di dalam sampah yang akan diolah bisa menjadi nilai ekonomis,” ujarnya.

Sistem Bank Sampah sama seperti dengan pengepul, akan tetapi terdapat perbedaan pada sistem kerjanya. Di mana Bank Sampah telah diatur dalam Undang-Undang.

Secara lebih rinci, masyarakat yang telah menjadi nasabah, kemudian menabung sampah, akan dicatat dalam sebuah buku.

Lalu sampah yang ditabung akan didaur ulang menjadi kerajinan yang bernilai ekonomis dan profitnya dibagikan kepada para nasabah.

Untuk saat ini, anggota Bank Sampah “Dalang Collection” berjumlah ratusan. Akan tetapi yang kini aktif, hanya 40 orang, dengan memiliki berbagai peralatan dan dua kendaraan operasional.

Tambahnya lagi, “untuk sampahnya sendiri, Bank Sampah menerima sampah organik dan non-organik, kecuali yang bahannya berbahaya dan juga yang tidak bisa didaur ulang”.

Sampah yang mudah didaur ulang akan menghasilkan berbagai produk yang mumpuni. Terlihat pada hasil produk Bank Sampah “Dalang Collection”, seperti sendal, tas, baju, penutup dispenser dan masih banyak lagi.

Untuk diketahui bahwa produk daur ulang dari “Dalang Collection” ini sendiri telah dipasarkan di wilayah Pekanbaru dengan harga yang terjangkau.

Keberadaan Bank Sampah “Dalang Collection” ini sangat diapreasiasi oleh Pemko Pekanbaru, sekolah hingga komunitas peduli lingkungan.

Terbukti dengan adanya kunjungan dari berbagai instansi, baru-baru ini dikunjungi SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru. Selain itu, terimanya beberapa piagam penghargaan.

Meski Bank Sampah ini didukung berbagai instansi, termasuk Pemko, tetapi partisipasi masyarakat masih dirasa kurang.

Diharapkan kedepannya, banyak masyarakat yang tidak langsung membuang sampah, apalagi sembarangan.

Karena masyarakat bisa mengelola sampahnya sendiri atau menjadi nasabah bank sampah yang menandakan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Bagi Encik dan Puan yang berminat membeli kerajinan hasil daur ulang atau menjadi nasabah Bank Sampah, bisa langsung mendatangi Bank Sampah “dalang collection”.

Marilah Encik dan Puan, kita bersama-sama peduli sampah, peduli lingkungan, untuk generasi di masa yang akan datang.

About AgungTryH

One Piece Lover